Pendahuluan
Menolong sesama adalah ajaran utama dalam Islam yang menguatkan persaudaraan dan menghadirkan keberkahan hidup. Kebaikan yang dilakukan bersama akan terasa lebih luas dampaknya, lebih kuat pijakannya, dan lebih lama manfaatnya. Islam mengajak umatnya untuk tidak berjalan sendiri dalam kebaikan, tetapi bergandengan tangan, saling menguatkan, dan saling menolong demi kemaslahatan bersama.
Perintah Allah ﷻ untuk Menolong Sesama
Allah ﷻ memerintahkan kaum beriman untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah ﷻ berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Ma’idah: 2)
Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa menolong sesama adalah perintah Allah ﷻ yang bernilai ibadah.
Menolong Sesama sebagai Ciri Keimanan
Keimanan seorang muslim tercermin dari kepeduliannya terhadap orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda dari Anas bin Malik رضي الله عنه:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa menolong dan menginginkan kebaikan bagi orang lain adalah bagian dari kesempurnaan iman.
Keutamaan Menolong Sesama
1. Mendapat Pertolongan Allah ﷻ
Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:
وَاللّٰهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Menolong sesama adalah jalan tercepat meraih pertolongan Allah ﷻ dalam kehidupan.
2. Menghapus Kesulitan dan Dosa
Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللّٰهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa melepaskan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, Allah akan melepaskan satu kesulitan darinya pada hari kiamat.” (HR. Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa menolong sesama memiliki balasan besar di akhirat.
Bentuk-Bentuk Menolong Sesama
1. Menolong dengan Harta
Memberi zakat, infaq, dan sedekah untuk membantu fakir miskin, yatim, dan orang yang membutuhkan.
2. Menolong dengan Tenaga
Membantu pekerjaan, mendampingi orang sakit, atau terlibat dalam kegiatan sosial.
3. Menolong dengan Ilmu
Mengajarkan ilmu, memberi nasihat yang baik, dan membimbing ke jalan kebenaran.
4. Menolong dengan Doa
Mendoakan kebaikan bagi sesama, terutama saat mereka berada dalam kesulitan.
Menolong Sesama Menguatkan Persaudaraan
Allah ﷻ menggambarkan kaum mukminin sebagai satu kesatuan. Rasulullah ﷺ bersabda dari Nu’man bin Basyir رضي الله عنهما:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ
“Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan peduli adalah seperti satu tubuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menolong sesama menjaga kesehatan “tubuh” umat dan memperkuat ikatan persaudaraan.
Menolong Sesama Tidak Menunggu Mampu
Islam mengajarkan bahwa menolong tidak harus menunggu kaya atau kuat. Kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas tetap bernilai besar di sisi Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda dari Adi bin Hatim رضي الله عنه:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan separuh kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup
Menolong sesama adalah panggilan iman dan jalan menuju keberkahan. Dengan menolong bersama-sama, kebaikan menjadi lebih luas, kuat, dan berkelanjutan. Al-Qur’an dan Sunnah mengajarkan bahwa pertolongan Allah ﷻ dekat dengan orang-orang yang peduli terhadap sesama. Yuk bersama menolong sesama, saling menguatkan dalam kebaikan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


