Mengapa Keluarga Harus Diutamakan?
Sering kali kita merasa sangat bersemangat saat memberikan bantuan kepada lembaga sosial atau orang asing yang membutuhkan di jalanan. Namun, banyak muslim yang justru mengabaikan kebutuhan kerabat dekat atau saudara kandung mereka sendiri dalam urusan berbagi harta. Padahal, Islam telah mengatur skala prioritas yang sangat jelas agar sedekah kita memberikan dampak yang paling optimal dan mendapatkan pahala ganda.
Memahami Skala Prioritas dalam Bersedekah
Memberikan bantuan kepada orang lain tentu merupakan perbuatan mulia, tetapi memenuhi kebutuhan keluarga inti dan kerabat dekat adalah sebuah kewajiban yang lebih utama. Allah ﷻ memberikan petunjuk tentang urutan prioritas kepada siapa harta sebaiknya kita infakkan dalam kehidupan sehari-hari.
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah: “Apa saja harta baik yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS. Al-Baqarah: 215)
Melalui ayat tersebut, kita melihat bahwa orang tua dan kerabat dekat menempati posisi teratas sebelum kelompok masyarakat lainnya. Oleh karena itu, pastikanlah kondisi ekonomi keluarga besar Anda sudah tercukupi sebelum Anda melangkah lebih jauh membantu orang lain.
Pahala Ganda Bersedekah kepada Saudara
Selanjutnya, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa membantu kerabat yang membutuhkan memiliki nilai tambah yang sangat besar di sisi Allah ﷻ. Selain bernilai sedekah, bantuan tersebut juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga. Salman bin Amir رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ ثِنْتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin hanya bernilai satu sedekah saja, sedangkan sedekah kepada kerabat bernilai dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala silaturahmi. (HR. Tirmidzi No. 658, Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih)
Maka dari itu, membantu biaya pendidikan keponakan atau modal usaha saudara kandung merupakan investasi akhirat yang luar biasa bagi Anda. Akhirnya, kekuatan ekonomi keluarga akan terbangun secara kolektif dan menciptakan kemandirian di lingkungan internal Anda sendiri.
Adab Memberi kepada Kerabat Dekat
Lalu, bagaimana cara memberikan bantuan kepada keluarga agar tidak menyinggung perasaan mereka saat menerima pemberian tersebut? Anda sebaiknya melakukan pemberian dengan cara yang halus, tulus, dan tetap menjaga kehormatan saudara yang sedang dalam kesulitan. Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan bahwa tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah dalam segala kondisi.
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَدُ اللهِ مَلْأَى لا يَغِيضُهَا نَفَقَةٌ سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
Tangan Allah itu penuh, tidak akan berkurang karena nafkah yang Dia curahkan baik di waktu malam maupun siang hari. (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, milikilah sifat dermawan seperti yang Allah ﷻ contohkan tanpa perlu merasa khawatir akan kekurangan materi setelah membantu keluarga. Sikap tulus ini akan mengundang keberkahan yang membuat rezeki Anda terasa makin lapang dan hubungan kekeluargaan makin harmonis.
Kesimpulan
Oleh sebab itu, mulailah memetakan kondisi ekonomi kerabat dekat Anda mulai sekarang sebagai target utama penyaluran zakat dan sedekah. Mendahulukan keluarga adalah bukti nyata bahwa Anda memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi serta pemahaman agama yang lurus. Mari kita perkuat ikatan persaudaraan dengan saling membantu dalam urusan harta demi meraih rida Allah ﷻ dan kebahagiaan bersama.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


