Kebaikan yang Tidak Pernah Sia-Sia

Pendahuluan

Dalam kehidupan seorang muslim, setiap bentuk kebaikan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah ﷻ. Kebaikan tidak selalu harus berupa harta, namun bisa berupa senyum, bantuan kecil, ucapan yang menenangkan, atau sekadar doa yang tulus. Islam menegaskan bahwa setiap amal saleh, sekecil apa pun, tidak akan pernah hilang dari perhatian Allah ﷻ. Kebaikan selalu kembali kepada pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah ﷻ Tidak Pernah Menyia-nyiakan Kebaikan

Allah ﷻ memberikan jaminan bahwa setiap amal saleh akan dibalas dengan sempurna. Dalam Al-Qur’an Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (At-Tawbah: 120)

Ayat ini menjadi penguat bahwa apa pun kebaikan yang kita lakukan—meski tidak dilihat orang lain—tidak akan pernah sia-sia.

Kebaikan yang Mendatangkan Keberkahan

Kebaikan mendatangkan keberkahan hidup. Berkah bukan soal jumlah atau besar kecilnya nikmat, tetapi tentang ketenangan, kelapangan, dan manfaat yang meluas. Nabi ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللّٰهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa meringankan satu kesulitan seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan darinya satu kesulitan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa kebaikan yang kita lakukan kepada sesama akan kembali kepada kita dengan kebaikan yang jauh lebih besar pada hari yang sangat kita butuhkan.

Kebaikan Tidak Harus Besar

Dalam Islam, besar kecilnya kebaikan bukan ukuran. Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Dzar رضي الله عنه:

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun hanya dengan bertemu saudaramu dengan wajah yang ceria.” (HR. Muslim)

Senyum, salam, dan ucapan lembut adalah bagian dari sedekah yang sangat mudah dilakukan, namun bernilai besar di sisi Allah ﷻ.

Kebaikan yang Menghapus Dosa

Kebaikan juga menjadi sebab terhapusnya dosa. Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapuskan kesalahan-kesalahan.” (Hud: 114)

Ayat ini menjadi motivasi besar agar kita memperbanyak kebaikan setiap hari.

Kebaikan yang Mengundang Pertolongan Allah ﷻ

Rasulullah ﷺ bersabda dari Ibnu Umar رضي الله عنهما:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللّٰهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani, dinyatakan hasan oleh Al-Albani)

Ketika kita menjadi pribadi yang bermanfaat, Allah ﷻ akan memudahkan urusan-urusan kita, membuka pintu-pintu kebaikan, dan memberikan perlindungan dari kesulitan.

Penutup

Tidak ada satu pun kebaikan yang sia-sia. Semua tercatat, dihargai, dan akan kembali sebagai pahala, keberkahan, serta pertolongan Allah ﷻ. Maka teruslah berbuat baik di mana pun kita berada. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan memperbanyak amal yang mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dan memberikan manfaat bagi sesama.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Tinggalkan Balasan