Mengelola keuangan bukan hanya soal mencatat angka pengeluaran dan pendapatan setiap hari di buku catatan. Sebagai seorang muslim, kita memiliki tanggung jawab moral untuk meninjau kembali dari mana harta berasal dan ke mana ia kita belanjakan. Oleh karena itu, melakukan muhasabah harta secara rutin setiap bulan menjadi kunci utama untuk menjaga keberkahan hidup dan ketenangan batin.
Menyadari Tanggung Jawab Harta di Akhirat
Setiap keping rupiah yang kita miliki kelak akan Allah ﷻ tanyakan secara mendalam pada hari kiamat nanti. Berbeda dengan urusan ibadah lainnya, urusan harta memiliki dua pertanyaan pokok yang harus kita pertanggungjawabkan dengan jujur. Maka dari itu, kesadaran akan adanya hisab ini seharusnya mendorong kita untuk lebih berhati-hati dalam bermuamalah.
Ibn Mas’ud رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ
Tidak akan bergeser kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya sampai ia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia infakkan, serta tentang apa yang telah ia amalkan dari ilmunya. (HR. Tirmidzi No. 2416, Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Shahih al-Jami’ No. 7299)
Berdasarkan hadits tersebut, kita harus memastikan bahwa sumber penghasilan keluarga benar-benar bersih dari unsur haram. Selain itu, kita juga perlu mengevaluasi apakah pengeluaran bulanan kita sudah sesuai dengan skala prioritas syariat atau justru terjebak dalam pemborosan.
Mengevaluasi Kehalalan dan Manfaat Pengeluaran
Selanjutnya, langkah praktis dalam muhasabah bulanan adalah dengan memeriksa kembali setiap pos belanja yang telah kita lakukan. Pastikanlah bahwa harta tersebut tidak kita gunakan untuk hal-hal yang sia-sia atau berlebihan karena Allah ﷻ tidak menyukai orang yang boros. Di samping itu, Allah ﷻ memberikan peringatan keras mengenai sifat tabdzir atau menghambur-hamburkan harta.
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Isra: 27)
Oleh karena itu, duduklah bersama pasangan di akhir bulan untuk meninjau kembali apakah zakat dan sedekah sudah tertunaikan dengan baik. Maka dari itu, muhasabah ini akan membantu Anda mendeteksi sejak dini jika ada kebocoran anggaran pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Akhirnya, setiap rupiah yang keluar akan tercatat sebagai nilai ibadah yang akan menambah berat timbangan kebaikan di akhirat.
Memperbaiki Niat dalam Mencari Nafkah
Lalu, momen muhasabah harta juga berfungsi sebagai waktu yang tepat untuk memperbarui niat dalam bekerja. Bekerja mencari nafkah untuk keluarga merupakan ibadah yang sangat mulia apabila kita landasi dengan keikhlasan karena Allah ﷻ semata. Rasulullah ﷺ memberikan pujian bagi orang yang berusaha dengan tangannya sendiri guna menjaga kehormatan dirinya dan keluarganya.
Al-Miqdam رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik daripada memakan dari hasil kerja tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Dawud ‘alaihissalam dahulu makan dari hasil kerja tangannya sendiri. (HR. Bukhari)
Jadi, syukurilah setiap rezeki yang telah masuk dan mintalah ampunan jika terdapat kekhilafan dalam pengelolaan harta selama sebulan terakhir. Dengan rutin melakukan evaluasi ini, Anda akan merasa lebih tenang karena harta Anda terjaga pada jalur yang Allah ﷻ ridhai.
Kesimpulan
Oleh sebab itu, mulailah membiasakan diri untuk melakukan muhasabah harta secara mendalam sebelum bulan berganti. Kejujuran dalam menilai diri sendiri akan membawa dampak besar bagi keberkahan ekonomi dan keharmonisan rumah tangga Anda. Mari kita jaga kesucian harta keluarga kita agar kelak di hadapan Allah ﷻ, kita dapat memberikan pertanggungjawaban yang terbaik.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

