Islam memandang setiap individu bukan sebagai makhluk yang hidup sendirian, melainkan bagian dari kesatuan masyarakat yang utuh. Oleh karena itu, setiap Muslim memikul tanggung jawab sosial untuk mewujudkan kesejahteraan serta keadilan di lingkungannya. Iman yang sempurna akan membuahkan kepedulian yang tulus terhadap nasib sesama manusia. Dengan menjalankan peran sosial secara aktif, kita dapat menghadirkan rahmat Islam yang nyata bagi seluruh alam semesta.
Menjadi Pembuka Pintu Kebaikan bagi Sesama
Setiap orang beriman memiliki kewajiban moral untuk memberikan manfaat kepada orang-orang di sekitarnya. Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Islam mendorong umatnya untuk proaktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial seperti kemiskinan maupun ketidaktahuan. Melalui kepedulian yang nyata, ukhuwah Islamiyah akan terasa semakin kuat dan bermakna.
Sahabat Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. At-Thabrani, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’).
Oleh sebab itu, janganlah kita membatasi amal ibadah hanya pada urusan ritual pribadi semata tanpa memedulikan kondisi lingkungan.
Kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Tanggung jawab sosial juga mencakup upaya mengajak manusia kepada jalan kebenaran serta mencegah terjadinya kerusakan. Kemudian, kita harus berani menyuarakan keadilan dengan cara yang santun dan bijaksana agar kedamaian tetap terjaga. Jika setiap orang membiarkan kemungkaran terjadi, maka keberkahan di suatu wilayah bisa hilang akibat kelalaian penghuninya. Dengan demikian, menjaga moralitas masyarakat merupakan tugas kolektif yang sangat mulia di hadapan Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman mengenai predikat umat terbaik di dalam Al-Qur’an:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran: 110).
Selain itu, setiap Muslim perlu membekali diri dengan ilmu agar dapat menjalankan peran perbaikan ini secara efektif.
Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan Sosial
Masyarakat yang ideal akan terwujud saat setiap anggotanya saling menolong dalam beban hidup sehari-hari. Selanjutnya, kita harus memastikan bahwa tidak ada saudara kita yang menderita sendirian sementara kita hidup dalam kemewahan. Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan yang sangat kuat bahwa mukmin dengan mukmin lainnya harus saling menguatkan seperti bangunan yang kokoh. Akhirnya, keharmonisan sosial akan menjadi identitas utama umat Islam yang disegani oleh dunia karena kemuliaan akhlaknya.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang sebagiannya menguatkan bagian yang lainnya. (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebagai penutup, marilah kita tingkatkan kepekaan sosial kita dengan terus berbagi dan membantu sesama. Kemudian, jadikanlah setiap langkah kita sebagai sarana untuk mendatangkan kemaslahatan bagi banyak orang. Dengan demikian, kita telah menunaikan tanggung jawab sosial sekaligus meraih cinta dan keridaan dari Allah ﷻ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


