Pendahuluan
Para sahabat Rasulullah ﷺ adalah generasi terbaik umat ini. Keimanan mereka kuat, pengorbanannya besar, dan akhlak mulianya menjadi teladan sepanjang masa. Di antara akhlak yang paling menonjol dalam kehidupan para sahabat adalah kedermawanan. Mereka memberikan hartanya demi agama, membantu sesama tanpa pamrih, dan berlomba-lomba dalam menginfakkan apa yang mereka cintai. Artikel ini menghadirkan potret indah bagaimana para sahabat رضي الله عنهم meneladani kedermawanan Rasulullah ﷺ.
Perintah Allah ﷻ untuk Berinfak
Allah ﷻ memerintahkan kaum beriman agar menafkahkan sebagian rezeki mereka. Allah ﷻ berfirman:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
“Kalian tidak akan meraih kebajikan (yang sempurna) sampai kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai.” (Ali Imran: 92)
Ayat ini diamalkan dengan sempurna oleh para sahabat, hingga banyak di antara mereka bersedekah dari harta terbaik yang mereka miliki.
Abu Bakar رضي الله عنه: Dermawan yang Memberikan Segalanya
Abu Bakar رضي الله عنه dikenal sebagai sahabat yang paling dermawan. Dalam peristiwa tabuk, ia membawa seluruh hartanya untuk diinfaqkan di jalan Allah ﷻ. Ketika Rasulullah ﷺ bertanya apa yang ia tinggalkan untuk keluarganya, ia menjawab:
“Aku tinggalkan bagi mereka Allah dan Rasul-Nya.”
Inilah puncak kedermawanan seorang mukmin yang yakin akan janji Allah ﷻ.
Umar bin Al-Khattab رضي الله عنه: Berlomba dalam Kebaikan
Umar رضي الله عنه ingin mengalahkan Abu Bakar dalam kedermawanan. Ia membawa setengah hartanya dan berkata:
“Ini adalah setengah dari hartaku, dan setengahnya lagi untuk keluargaku.”
Namun, ketika mengetahui Abu Bakar رضي الله عنه membawa seluruh hartanya, Umar berkata:
“Aku tidak akan pernah bisa mengalahkan Abu Bakar dalam kebaikan.”
Kisah ini menunjukkan betapa kuatnya semangat para sahabat dalam berlomba-lomba meraih ridha Allah ﷻ.
Utsman bin Affan رضي الله عنه: Dermawan yang Tidak Pernah Takut Miskin
Utsman رضي الله عنه adalah di antara sahabat yang hartanya banyak dimanfaatkan untuk umat. Ketika kaum muslimin membutuhkan pasukan untuk Perang Tabuk, Rasulullah ﷺ mendorong umat untuk bersedekah. Utsman رضي الله عنه memberikan:
-
300 unta lengkap dengan perlengkapannya
-
1.000 dinar untuk kebutuhan pasukan
Nabi ﷺ bersabda tentangnya:
مَا ضَرَّ عُثْمَانَ مَا فَعَلَ بَعْدَ اليَوْمِ
“Tidak akan membahayakan Utsman apa yang ia kerjakan setelah hari ini.” (HR. Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Ini adalah pujian besar atas kedermawanan beliau.
Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه: Pengusaha Dermawan
Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه adalah sahabat yang diberkahi dalam urusan bisnis dan terkenal sangat dermawan. Ketika kaum muslimin mengalami kesulitan, ia pernah bersedekah:
-
200 uqiyah emas,
-
serta memberikan kafilah dagang yang besar untuk kaum muslimin.
Ia pernah berkata bahwa ia berdagang untuk mencari keberkahan, bukan hanya keuntungan.
Kaum Anshar: Mengutamakan Saudara Muhajirin
Kaum Anshar memiliki teladan kedermawanan yang diabadikan oleh Allah ﷻ dalam Al-Qur’an:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
“Dan mereka (kaum Anshar) mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, meskipun mereka juga membutuhkan.” (Al-Hasyr: 9)
Ayat ini menggambarkan keikhlasan para sahabat dalam berbagi, bahkan dalam kondisi kekurangan.
Pelajaran dari Kedermawanan Para Sahabat
1. Beri yang Terbaik, Bukan yang Tersisa
Para sahabat memberikan harta yang paling mereka cintai karena yakin akan janji Allah ﷻ.
2. Tidak Menunda Kebaikan
Ketika ada kesempatan, para sahabat langsung berinfak tanpa menunggu waktu.
3. Kedermawanan yang Didorong oleh Iman
Mereka tidak takut miskin karena yakin bahwa Allah ﷻ-lah yang Maha Memberi Rezeki.
4. Berlomba-lomba dalam Kebaikan
Para sahabat saling memotivasi untuk melakukan amal terbaik.
Penutup
Para sahabat رضي الله عنهم adalah teladan kedermawanan yang tidak tertandingi. Mereka menunjukkan bahwa harta hanyalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Semangat mereka dalam berbagi dan membantu sesama memberikan pelajaran besar bagi umat Islam hari ini. Semoga kita dapat meneladani akhlak mulia mereka dan menjadi hamba yang dermawan, dicintai Allah ﷻ, dan selalu bersemangat dalam kebaikan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


