Pendahuluan
Berbagi adalah salah satu ajaran mulia dalam Islam. Rasulullah ﷺ menanamkan nilai kepedulian dan kedermawanan kepada umatnya, bukan hanya dalam bentuk harta, tetapi dalam segala kebaikan yang mampu dilakukan oleh seorang muslim. Spirit berbagi bukanlah sekadar amalan sosial, melainkan wujud keimanan, kasih sayang, dan akhlak yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ. Dengan meneladani sunnah beliau, kita belajar bahwa berbagi adalah jalan untuk meraih keberkahan dan kebahagiaan.
Perintah Berbagi dalam Al-Qur’an
Allah ﷻ memerintahkan kaum beriman untuk saling menolong dan memberikan kebaikan. Allah ﷻ berfirman:
وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Berbuat baiklah kalian, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah: 195)
Ayat ini menunjukkan bahwa berbagi adalah salah satu bentuk ihsan yang mendatangkan cinta Allah ﷻ.
Teladan Rasulullah ﷺ dalam Berbagi
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai manusia yang paling dermawan. Ibn Abbas رضي الله عنهما berkata:
كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ
“Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedermawanan beliau tidak terbatas pada harta, tetapi juga senyuman, perhatian, ilmu, dan bantuan kepada siapa pun yang membutuhkan.
Berbagi Tidak Mengurangi Harta
Salah satu penguat terbesar dalam sunnah adalah jaminan bahwa berbagi tidak akan membuat harta berkurang. Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Janji ini mengajarkan bahwa memberi justru membuka pintu rezeki yang lebih luas dan keberkahan yang tidak terhingga.
Spirit Berbagi dalam Kehidupan Sahabat
Para sahabat Nabi ﷺ adalah teladan nyata dalam mempraktikkan semangat berbagi. Di antara kisah yang paling terkenal adalah persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Allah ﷻ memuji mereka dalam firman-Nya:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
“Dan mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesulitan.” (Al-Hasyr: 9)
Ayat ini menggambarkan bahwa berbagi adalah cerminan hati yang bersih dan penuh ketulusan.
Berbagi dalam Bentuk Apa Pun
1. Berbagi Harta
Sedekah, infaq, dan zakat menjadi cara utama dalam membantu sesama dan mendukung kegiatan sosial.
2. Berbagi Waktu dan Tenaga
Menolong, mengajar, mendampingi orang yang kesulitan adalah bentuk berbagi yang sangat dianjurkan.
3. Berbagi Senyum dan Salam
Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Dzar رضي الله عنه:
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi, dinyatakan hasan oleh Al-Albani)
Ini menunjukkan bahwa spirit berbagi mencakup hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh semua orang.
Keutamaan Berbagi untuk Kebahagiaan Hati
Berbagi tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi pelakunya. Allah ﷻ menjanjikan:
وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللّٰهِ
“Apa saja kebaikan yang kalian lakukan, niscaya kalian akan mendapatkannya di sisi Allah.” (Al-Baqarah: 110)
Setiap kebaikan akan kembali kepada diri kita dalam bentuk pahala dan keberkahan hidup.
Penutup
Sunnah Nabi ﷺ mengajarkan bahwa berbagi adalah bagian dari keimanan dan akhlak mulia. Spirit berbagi melahirkan masyarakat yang penuh kasih sayang, saling mendukung, dan kuat secara sosial. Dengan meneladani Rasulullah ﷺ dan para sahabat رضي الله عنهم, kita dapat membangun budaya kebaikan yang berdampak luas. Jadikanlah berbagi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, karena setiap kebaikan akan selalu kembali kepada pelakunya.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


