Islam menjunjung tinggi martabat setiap manusia sebagai makhluk yang mulia di hadapan Allah ﷻ. Menjaga kehormatan sesama Muslim merupakan kewajiban yang sangat mendasar dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Oleh karena itu, kita harus senantiasa melindungi nama baik, harta, dan keselamatan saudara kita dari segala bentuk gangguan. Tanpa adanya kesadaran untuk saling menjaga kehormatan, maka masyarakat akan mudah terpecah belah oleh kebencian serta penghinaan yang merusak ukhuwah.
Larangan Mencela dan Menghina
Allah ﷻ melarang keras setiap tindakan yang bertujuan merendahkan atau mengejek orang lain melalui ucapan maupun isyarat. Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa setiap individu memiliki kemuliaan yang wajib orang lain hargai tanpa memandang status sosialnya. Dengan menjaga lisan dari kata-kata yang menyakitkan, seorang mukmin sebenarnya sedang memperindah akhlaknya sendiri. Selain itu, sikap saling menghargai akan menumbuhkan rasa cinta yang tulus di antara anggota masyarakat.
Allah ﷻ memberikan peringatan tegas mengenai hal ini dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka. (QS. Al-Hujurat: 11).
Oleh sebab itu, kita tidak boleh merasa lebih tinggi atau lebih baik daripada orang lain sehingga meremehkan martabat mereka.
Kehormatan Muslim adalah Sesuatu yang Suci
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa kehormatan seorang Muslim memiliki kedudukan yang sangat suci, setara dengan kesucian darah dan hartanya. Kemudian, beliau memerintahkan umatnya agar senantiasa menjadi pelindung bagi harga diri saudaranya, terutama saat orang tersebut tidak ada di tempat. Jika kita mampu menutup aib dan menjaga kehormatan orang lain, maka Allah ﷻ menjanjikan perlindungan yang sama bagi kita di hari akhir nanti. Melalui sikap ini, kekuatan ukhuwah Islamiyah akan semakin terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
Setiap Muslim atas Muslim lainnya adalah haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya. (HR. Muslim).
Selanjutnya, menjaga nama baik orang lain bukan hanya sekadar adab, melainkan bentuk ketaatan yang mendalam kepada perintah syariat.
Hikmah Melindungi Nama Baik Saudara
Apabila setiap individu berkomitmen untuk menjaga kehormatan sesama, maka kedamaian akan tercipta dengan sendirinya di lingkungan kita. Kemudian, rasa aman akan muncul karena setiap orang merasa terlindungi dari fitnah serta perkataan buruk yang menghancurkan reputasi. Akhirnya, keberkahan sosial akan senantiasa menaungi masyarakat yang menjadikan rasa hormat sebagai landasan utama dalam setiap interaksi.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Darda رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ رَدَّ اللَّهُ عَنْ وَجْهِهِ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya, maka Allah akan menghindarkan wajahnya dari api neraka pada hari kiamat. (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Sebagai penutup, marilah kita jadikan diri kita sebagai benteng bagi kehormatan saudara-saudara kita di manapun berada. Kemudian, hindarilah perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain yang hanya akan memicu permusuhan serta kebencian. Dengan demikian, kita dapat meraih kemuliaan di sisi Allah ﷻ sekaligus mempererat tali persaudaraan yang penuh dengan rahmat-Nya.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


