Memasuki fase akhir menuju sepuluh malam terakhir Ramadhan, rasa lelah fisik mulai menghampiri tubuh kita. Kurang tidur karena shalat malam dan menahan lapar di siang hari tentu memberikan beban tersendiri bagi jasmani. Namun, seorang mukmin sejati justru mampu mengubah rasa lelah tersebut menjadi kenikmatan spiritual yang luar biasa.
Lelah yang Membuahkan Ampunan
Setiap tetes keringat dan rasa kantuk yang kita rasakan saat beribadah merupakan bukti perjuangan melawan hawa nafsu. Allah ﷻ tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan hamba-Nya yang sungguh-sungguh dalam mencari ridha-Nya. Sebagaimana Rasulullah ﷺ telah memberikan kabar gembira bahwa kesulitan dalam ketaatan akan berbuah penghapusan dosa. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (hanya dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Hadits Riwayat Bukhari nomor 38 dan Muslim nomor 760).
Kata ihtisaban dalam hadits tersebut mengajarkan kita untuk sabar menanggung beban ibadah demi pahala di sisi-Nya. Ketika kita menyadari bahwa setiap letih akan dibayar dengan ampunan, maka rasa lelah itu akan terasa sangat ringan. Selanjutnya, keyakinan ini akan memotivasi kita untuk terus melangkah meskipun raga mulai terasa lunglai.
Belajar dari Kesungguhan Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling rajin beribadah meskipun beliau sudah mendapatkan jaminan surga dan ampunan. Beliau ﷺ sering berdiri shalat malam hingga kaki beliau membengkak karena saking lamanya menghadap Sang Khalik. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah bagi beliau bukanlah beban, melainkan bentuk syukur yang paling dalam. Dari Aisyah رضي الله عنها, beliau menceritakan kondisi Nabi ﷺ:
أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ فَقَالَتْ عَائِشَةُ لِمَ تَصْنَعُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
Bahwasanya Nabi Allah ﷺ melakukan shalat malam hingga kedua kaki beliau pecah-pecah (bengkak). Maka Aisyah bertanya: Mengapa engkau melakukan ini wahai Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang? Beliau menjawab: Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur? (Hadits Riwayat Bukhari nomor 4837 dan Muslim nomor 2819).
Jika Rasulullah ﷺ saja bersungguh-sungguh dalam letihnya, maka kita yang penuh dosa ini seharusnya lebih semangat lagi. Maka, jangan biarkan rasa malas mengalahkan kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali ini. Selain itu, kelelahan dalam ketaatan akan sirna setelah Ramadhan usai, namun pahalanya akan tetap abadi.
Sabar dalam Menjalankan Ketaatan
Para ulama menjelaskan bahwa sabar terbagi menjadi tiga macam, dan salah satunya adalah sabar dalam menjalankan perintah Allah ﷻ. Ibadah memerlukan stamina dan keteguhan hati agar tetap tegak di atas jalan yang benar. Allah ﷻ memberikan janji indah bagi orang-orang yang senantiasa bersabar dalam beramal. Allah ﷻ berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az-Zumar: 10).
Ayat ini harus menjadi penguat saat kita merasa berat untuk melangkahkan kaki menuju masjid atau saat mata terasa berat membaca Al-Qur’an. Ingatlah bahwa dunia ini memang tempat untuk berlelah-lelah, sedangkan peristirahatan yang hakiki adalah di surga nanti. Akhirnya, orang-orang yang menikmati lelahnya ibadah akan merasakan kemanisan iman yang tidak bisa digantikan oleh kenikmatan dunia apa pun.
Cara Menjaga Semangat Ibadah
Supaya kita tetap bisa menikmati ibadah meskipun fisik mulai lelah, cobalah lakukan beberapa tips berikut:
-
Fokus pada Tujuan: Selalu bayangkan besarnya pahala dan ampunan yang Allah ﷻ sediakan bagi mereka yang bertahan.
-
Variasi Ibadah: Jika merasa lelah membaca Al-Qur’an, beralihlah sejenak ke dzikir atau mendengarkan kajian agar hati tetap hidup.
-
Teman Shalih: Berkumpullah dengan orang-orang yang semangat beribadah agar kita tertular energi positif mereka.
-
Istirahat yang Cukup: Atur waktu tidur siang sejenak agar stamina kembali pulih untuk menghadapi malam-malam panjang.
Dengan hati yang tulus, rasa lelah akan berubah menjadi kebahagiaan yang menenangkan jiwa. Semoga Allah ﷻ menguatkan pundak kita untuk menyelesaikan Madrasah Ramadhan ini dengan hasil yang paling istimewa.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

