Pendahuluan
Mengajarkan anak gemar berbagi adalah bagian penting dari pendidikan akhlak dalam Islam. Sifat dermawan, empati, dan kepedulian sosial tidak lahir dengan sendirinya, tetapi perlu ditanamkan sejak dini melalui teladan, pembiasaan, dan pengarahan yang benar. Anak yang dibesarkan dengan nilai berbagi akan tumbuh menjadi pribadi yang lembut hatinya, peduli terhadap sesama, dan dicintai Allah ﷻ.
Berbagi sebagai Nilai Dasar dalam Islam
Islam menanamkan nilai berbagi sebagai bagian dari keimanan. Allah ﷻ berfirman:
وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Berbuat baiklah kalian, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah: 195)
Ayat ini menjadi landasan bahwa kebaikan dan berbagi adalah amalan yang dicintai Allah ﷻ, dan nilai ini patut ditanamkan kepada anak sejak kecil.
Teladan Rasulullah ﷺ dalam Mendidik Anak
Rasulullah ﷺ adalah pendidik terbaik. Beliau menanamkan akhlak mulia dengan kelembutan dan keteladanan. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, ia berkata:
مَا كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا
“Rasulullah ﷺ bukanlah orang yang berkata kotor dan bukan pula orang yang berbuat keji.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Akhlak Rasulullah ﷺ yang lembut dan penuh kasih menjadi metode efektif dalam menanamkan nilai kebaikan, termasuk gemar berbagi.
Pentingnya Mengajarkan Anak Gemar Berbagi Sejak Dini
1. Membentuk Hati yang Lembut
Anak yang terbiasa berbagi akan tumbuh dengan hati yang peka terhadap kebutuhan orang lain.
2. Menjauhkan Anak dari Sifat Kikir
Islam sangat mencela sifat bakhil. Pembiasaan berbagi membantu anak terhindar dari sifat tersebut.
3. Menumbuhkan Rasa Syukur
Dengan berbagi, anak belajar mensyukuri nikmat yang Allah ﷻ berikan kepadanya.
4. Membangun Kepedulian Sosial
Anak memahami bahwa hidup bermasyarakat membutuhkan kerja sama dan empati.
Cara Mengajarkan Anak Gemar Berbagi
1. Memberi Teladan Nyata
Anak belajar dari apa yang ia lihat. Orang tua yang gemar bersedekah akan lebih mudah menanamkan kebiasaan berbagi pada anak.
2. Melibatkan Anak dalam Sedekah
Ajak anak ikut serta saat memberi sedekah, infaq, atau membantu tetangga yang membutuhkan.
3. Mengajarkan Berbagi dari Hal Sederhana
Berbagi makanan, mainan, atau waktu adalah langkah awal yang sangat baik.
4. Menjelaskan Keutamaan Berbagi
Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Hadits ini dapat dijelaskan kepada anak dengan bahasa sederhana agar ia memahami bahwa memberi tidak akan membuatnya kekurangan.
Mengajarkan Berbagi dengan Cinta, Bukan Paksaan
Penting bagi orang tua untuk tidak memaksa anak berbagi dengan cara yang keras. Ajarkan dengan dialog, contoh, dan pujian ketika anak melakukan kebaikan. Dengan pendekatan yang lembut, anak akan memahami bahwa berbagi adalah kebutuhan hati, bukan keterpaksaan.
Doa dan Harapan untuk Anak
Orang tua dianjurkan mendoakan anak agar tumbuh dengan akhlak mulia. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa doa orang tua adalah doa yang mustajab. Dengan doa, teladan, dan pembiasaan, insya Allah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang dermawan dan bermanfaat.
Penutup
Mengajarkan anak gemar berbagi adalah investasi akhlak jangka panjang. Nilai ini akan membentuk kepribadian anak menjadi lebih empatik, peduli, dan bertanggung jawab. Dengan menanamkan semangat berbagi sejak dini, orang tua telah membantu anak menapaki jalan kebaikan yang dicintai Allah ﷻ dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


