Menepati janji serta menjaga amanah merupakan tanda utama dari kejujuran iman seorang Muslim. Islam sangat menekankan pentingnya integritas dalam setiap ucapan dan tanggung jawab yang kita emban. Oleh karena itu, seseorang yang senantiasa memegang teguh kata-katanya akan mendapatkan kepercayaan dari manusia serta kemuliaan di hadapan Allah ﷻ. Tanpa adanya sifat amanah, hubungan sosial akan hancur karena hilangnya rasa percaya antar sesama anggota masyarakat.
Kedudukan Amanah dalam Al-Qur’an
Allah ﷻ memerintahkan setiap hamba-Nya agar menunaikan segala bentuk amanah kepada pihak yang berhak menerimanya. Amanah tersebut mencakup hubungan kita dengan Sang Pencipta maupun urusan muamalah dengan sesama manusia. Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa setiap tanggung jawab yang kita terima akan melewati proses pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dengan menjaga amanah, kita sebenarnya sedang membangun fondasi masyarakat yang adil dan beradab.
Allah ﷻ berfirman mengenai kewajiban menjaga amanah:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. (QS. An-Nisa: 58).
Oleh sebab itu, kita tidak boleh meremehkan janji sekecil apa pun karena hal tersebut merupakan hutang yang wajib kita tunaikan.
Ciri Orang Munafik yang Menyepelekan Janji
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat keras bagi mereka yang sering melanggar janji serta mengkhianati amanah. Perilaku buruk ini termasuk dalam kategori ciri-ciri kemunafikan yang dapat merusak kualitas spiritual seseorang. Kemudian, seorang Muslim sejati akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengecewakan kepercayaan yang telah orang lain berikan kepadanya. Dengan menjauhi sifat ini, kita akan terhindar dari murka Allah ﷻ serta kerugian sosial yang mendalam.
Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat. (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain itu, sifat amanah akan mendatangkan keberkahan dalam rizeki serta melapangkan segala urusan duniawi kita.
Manfaat Menjaga Integritas Diri
Apabila setiap orang memiliki sifat menepati janji, maka kerukunan di tengah masyarakat akan terjalin dengan sangat kuat. Selanjutnya, rasa aman akan muncul karena setiap individu saling menghargai komitmen yang telah mereka buat bersama. Akhirnya, kedamaian sejati akan terwujud saat kejujuran menjadi identitas utama dalam setiap interaksi sosial kita sehari-hari.
Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ sering bersabda:
لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ
Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya. (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’).
Sebagai penutup, marilah kita senantiasa memohon kekuatan kepada Allah ﷻ agar selalu mampu menjadi pribadi yang amanah. Kemudian, jadikanlah setiap janji sebagai ikatan suci yang tidak akan pernah kita khianati dengan sengaja. Dengan demikian, kita dapat meraih derajat mukmin yang sempurna sekaligus memperindah ukhuwah Islamiyah di manapun kita berada.

