Gotong Royong dalam Islam

Pendahuluan

Gotong royong adalah budaya luhur yang sangat ditekankan dalam Islam. Ia bukan hanya tradisi sosial, tetapi bagian dari ajaran agama yang mengajarkan kerja sama, saling membantu, dan membangun kekuatan umat. Islam menempatkan gotong royong sebagai wujud persaudaraan, kasih sayang, serta tanda keimanan seorang muslim terhadap saudaranya. Dalam kehidupan bermasyarakat, gotong royong menciptakan harmoni, menguatkan solidaritas, dan menjadi solusi bersama menghadapi berbagai masalah.

Perintah Allah ﷻ untuk Saling Menolong

Allah ﷻ secara tegas memerintahkan umat Islam untuk saling membantu dalam kebaikan. Allah ﷻ berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Ma’idah: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar anjuran, tetapi perintah langsung dari Allah ﷻ agar umat Islam saling membantu dalam urusan yang membawa kebaikan.

Gotong Royong dalam Sunnah Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ memberikan teladan mulia dalam bekerja sama dan menolong sesama. Beliau ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:

وَاللّٰهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa siapa pun yang menolong saudaranya, Allah ﷻ akan memberikan pertolongan kepadanya, baik di dunia maupun di akhirat.

Contoh Gotong Royong dari Kehidupan Para Sahabat

1. Membangun Masjid Nabawi

Ketika Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah, beliau bersama para sahabat رضي الله عنهم membangun Masjid Nabawi secara bergotong royong. Semua turun tangan, tanpa memandang status sosial.

2. Persaudaraan Muhajirin dan Anshar

Kaum Anshar membantu Muhajirin dalam hal tempat tinggal, pekerjaan, bahkan berbagi harta. Allah ﷻ memuji mereka:

وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

“Dan mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri meskipun mereka dalam kesulitan.” (Al-Hasyr: 9)

Ini adalah contoh gotong royong yang sangat agung dalam sejarah umat Islam.

Manfaat Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat

1. Menguatkan Persaudaraan

Gotong royong menumbuhkan rasa cinta, kepedulian, dan kebersamaan dalam masyarakat.

2. Menyelesaikan Masalah Lebih Mudah

Ketika dilakukan bersama, pekerjaan berat menjadi ringan dan cepat terselesaikan.

3. Mengurangi Kesenjangan Sosial

Orang mampu membantu yang lemah, sehingga tercipta keadilan dan keseimbangan sosial.

4. Menjaga Stabilitas Umat

Gotong royong membentuk masyarakat yang solid, siap membantu, dan saling menjaga.

Gotong Royong sebagai Identitas Muslim

Rasulullah ﷺ menggambarkan bahwa hubungan sesama muslim bagaikan satu tubuh. Dari Nu’man bin Basyir رضي الله عنهما, Nabi ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ

“Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling peduli adalah seperti satu tubuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi identitas seorang muslim.

Mewujudkan Gotong Royong di Era Modern

Gotong royong bisa diwujudkan dalam banyak bentuk:

  • membantu tetangga yang kesulitan,

  • ikut serta dalam kegiatan sosial,

  • menyumbang tenaga dan harta untuk kemaslahatan umum,

  • berpartisipasi dalam program kemanusiaan,

  • mendukung pembangunan fasilitas umum dan pendidikan.

Dalam konteks lembaga sosial dan dakwah, gotong royong menjadi fondasi penting untuk menyebarkan manfaat yang lebih luas.

Penutup

Islam menjadikan gotong royong sebagai bagian dari ibadah sosial yang sangat mulia. Al-Qur’an dan Sunnah mengajarkan umat untuk saling menolong, bekerja sama, dan menguatkan satu sama lain. Dengan meneladani Rasulullah ﷺ dan para sahabat رضي الله عنهم, kita dapat membangun masyarakat yang penuh kasih sayang, kokoh, dan bermanfaat. Semoga nilai gotong royong terus hidup dalam kehidupan umat Islam di mana pun berada.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Tinggalkan Balasan