Pendahuluan
Di balik setiap bantuan yang kita berikan, ada doa tulus yang naik ke langit. Doa dari mereka yang dibantu—orang fakir, miskin, yatim, dan siapa pun yang tertolong—memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah ﷻ. Islam mengajarkan bahwa kebaikan tidak hanya dibalas dengan pahala, tetapi juga dengan doa-doa penuh keikhlasan yang menjadi sebab datangnya pertolongan dan keberkahan.
Doa Kebaikan sebagai Balasan dari Allah ﷻ
Allah ﷻ menjanjikan balasan bagi orang yang berbuat baik. Allah ﷻ berfirman:
هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
“Tidak ada balasan bagi kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Ar-Rahman: 60)
Balasan kebaikan itu di antaranya berupa doa tulus dari orang yang menerima bantuan, yang sering kali dikabulkan oleh Allah ﷻ.
Doa Malaikat bagi Orang yang Berinfak
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa setiap pagi ada doa khusus bagi orang yang gemar berinfak. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tidaklah para hamba memasuki waktu pagi kecuali dua malaikat turun. Salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lain berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan (hartanya).’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa malaikat ini menjadi penguat bahwa kebaikan yang kita lakukan mengundang doa dan pertolongan.
Keutamaan Doa Orang yang Dizalimi dan yang Membutuhkan
Rasulullah ﷺ mengingatkan tentang kuatnya doa orang yang berada dalam kesulitan. Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
“Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang yang ditolong dalam kesulitan sering melantunkan doa dengan hati yang tulus, dan doa seperti ini sangat dekat dengan pengabulan.
Doa dari Mereka yang Kita Bantu: Keikhlasan yang Menguatkan
1. Doa yang Lahir dari Hati
Doa orang yang dibantu lahir dari rasa syukur dan kelegaan, tanpa kepentingan duniawi.
2. Doa yang Mengalir Tanpa Diminta
Sering kali, doa itu datang tanpa kita ketahui—di waktu sunyi, di sepertiga malam, atau setelah shalat mereka.
3. Doa yang Menjadi Sebab Keberkahan
Banyak kemudahan hidup datang sebagai buah dari doa orang-orang yang pernah kita tolong.
Menolong Sesama Mengundang Pertolongan Allah ﷻ
Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:
وَاللّٰهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Pertolongan Allah ﷻ ini sering terwujud melalui doa-doa tulus dari mereka yang kita bantu.
Ikhlas dalam Memberi agar Doa Menguat
Allah ﷻ menekankan keikhlasan dalam berinfak. Allah ﷻ berfirman:
وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللّٰهِ
“Dan apa saja yang kalian infakkan, maka itu hanyalah untuk mencari keridaan Allah.” (Al-Baqarah: 272)
Keikhlasan menjadikan doa orang yang dibantu semakin kuat dan bermakna.
Penutup
Doa dari mereka yang kita bantu adalah hadiah tak terlihat yang sangat berharga. Ia mengalir dari hati yang bersyukur, menembus langit, dan menjadi sebab turunnya pertolongan serta keberkahan. Dengan menolong sesama secara ikhlas, kita tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga mengumpulkan doa-doa baik yang menguatkan hidup kita. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang ringan tangan dan kaya akan doa kebaikan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


