Indahnya Sunnah dalam Keseharian

Sebagian anak muda mengira sunnah itu rumit, sehingga merasa belum pantas mengamalkannya. Padahal, sunnah sangat dekat dengan hidup kita. Bahkan, sunnah sudah hadir sejak kita membuka mata di pagi hari sampai kembali berbaring di malam hari.

Sunnah Bukan Beban, tetapi Hadiah

Sunnah adalah petunjuk Rasulullah ﷺ dalam berucap dan bertindak, sehingga mengikutinya berarti meneladani beliau ﷺ. Dengan demikian, kita tidak hanya mendapat pahala, tetapi juga belajar menjalani hari dengan lebih tenang. Selain itu, sunnah membuat ibadah terasa hidup. Akibatnya, hal sederhana seperti makan dan tidur pun berubah menjadi ladang pahala.

Mengikuti Sunnah adalah Bukti Cinta

Banyak orang mengaku cinta kepada Allah ﷻ. Lalu, bagaimana cara membuktikannya? Sebab, Allah ﷻ telah menjelaskannya dalam firman-Nya:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran: 31)

Jadi, siapa yang mengikuti Nabi ﷺ akan meraih cinta Allah ﷻ dan ampunan-Nya. Selanjutnya, Allah ﷻ menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik bagi kita:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat, dan yang banyak mengingat Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)

Oleh karena itu, sebelum mengikuti idola mana pun, kita perlu meneladani Nabi ﷺ lebih dulu.

Contoh Sunnah dalam Keseharian

Untungnya, kita bisa mulai dari hal yang kecil, misalnya saat makan, bertemu teman, dan tidur.

Sunnah Saat Makan

Makan adalah kegiatan yang kita lakukan setiap hari, sehingga kesempatan menghidupkan sunnah sangat banyak. Misalnya, Rasulullah ﷺ pernah mengajarkan adab makan kepada seorang anak kecil:

عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ رضي الله عنهما قَالَ: كُنْتُ غُلَامًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Dari Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما, ia berkata, “Dahulu aku masih anak-anak di bawah asuhan Rasulullah ﷺ. Tanganku bergerak ke mana-mana di nampan makanan. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, ‘Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang dekat denganmu.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, ucapkan basmalah sebelum makan. Setelah itu, gunakan tangan kanan dan ambil makanan yang paling dekat denganmu.

Sunnah Saat Bertemu Orang

Sunnah tidak hanya mengatur ritual, tetapi juga akhlak kepada sesama. Sebagai contoh, Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ لِي النَّبِيُّ ﷺ: لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Dari Abu Dzar رضي الله عنه, ia berkata, “Nabi ﷺ bersabda kepadaku, ‘Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun hanya dengan menemui saudaramu dengan wajah yang ceria.’” (HR. Muslim)

Dengan demikian, senyum tulus kepada teman pun bernilai kebaikan. Jadi, mulailah dari hal sederhana, yaitu menyapa teman dengan ramah.

Sunnah Saat Tidur dan Bangun

Sebelum tidur dan setelah bangun, Rasulullah ﷺ selalu berdzikir, sebagaimana Hudzaifah رضي الله عنهما ceritakan:

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضي الله عنهما قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ مِنَ اللَّيْلِ وَضَعَ يَدَهُ تَحْتَ خَدِّهِ، ثُمَّ يَقُولُ: اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا، وَإِذَا اسْتَيْقَظَ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman رضي الله عنهما, ia berkata, “Apabila Nabi ﷺ hendak berbaring pada malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, lalu berdoa, ‘Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup.’ Ketika bangun, beliau berdoa, ‘Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.’” (HR. Bukhari)

Dengan begitu, saat bangun besok pagi, kamu bisa langsung mengucapkan doa tersebut.

Tips Memulai Sunnah Tanpa Merasa Berat

Agar tidak cepat bosan, mulailah dengan langkah kecil. Pertama, pilih satu sunnah saja, misalnya doa bangun tidur. Kedua, ulangi setiap hari sampai menjadi kebiasaan. Setelah itu, tambahkan sunnah berikutnya perlahan-lahan.

Di samping itu, belajarlah dari guru yang terpercaya. Sebab, amalan yang berdasar ilmu jauh lebih terjaga daripada sekadar ikut-ikutan.

Penutup

Sunnah bukan sekadar aturan lama, tetapi cara indah untuk dekat dengan Allah ﷻ setiap saat. Oleh karena itu, mari mulai dari hal kecil hari ini. Akhirnya, semoga Allah ﷻ memudahkan kita menghidupkan sunnah Nabi ﷺ sampai akhir hayat.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Tinggalkan Komentar