Ilmu agama menjadi cahaya yang menuntun hidup seorang muslim. Namun, banyak santri berbakat harus berhenti belajar karena terkendala biaya. Padahal, merekalah calon penerus dakwah di masa depan. Oleh sebab itu, beasiswa untuk para santri menjadi wujud kepedulian yang sangat berarti.
Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga
Islam memuliakan para penuntut ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah ﷻ akan memudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan keutamaan yang besar bagi penuntut ilmu. Selain itu, Allah ﷻ sendiri yang memudahkan jalan mereka. Maka, membantu para santri berarti ikut meringankan langkah mereka menuju kebaikan.
Umat Membutuhkan Para Ahli Ilmu Agama
Allah ﷻ berfirman:
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya. (QS. At-Taubah: 122)
Ayat ini menegaskan bahwa sebagian umat perlu fokus mendalami agama. Dengan begitu, mereka dapat mengajarkan ilmu dan memberi peringatan kepada masyarakat. Para santri yang menimba ilmu di pesantren adalah wujud nyata dari perintah ini.
Mengapa Santri Membutuhkan Beasiswa
Kendala Biaya Masih Nyata
Tidak semua keluarga mampu menanggung biaya pendidikan. Biaya pondok, buku, dan kebutuhan harian terus berjalan setiap bulan. Akibatnya, anak yang cerdas dan bersemangat bisa kehilangan kesempatan untuk belajar.
Fokus Belajar Lebih Terjaga
Santri yang kebutuhannya tercukupi dapat belajar dengan tenang. Selain itu, mereka tidak perlu memikirkan nafkah di usia belajar. Dengan demikian, waktu dan tenaga tercurah untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan ilmu.
Mereka Menjaga Diri dari Meminta-minta
Allah ﷻ berfirman:
لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
(Infak itu) untuk orang-orang fakir yang terikat (oleh urusan) di jalan Allah ﷻ, mereka tidak dapat berusaha di bumi. Orang yang tidak tahu menyangka mereka adalah orang kaya karena mereka menjaga diri dari meminta-minta. Engkau mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah ﷻ Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 273)
Sebagian ulama tafsir menyebutkan bahwa di antara yang dimaksud ayat ini adalah para sahabat yang tinggal di Shuffah Masjid Nabawi untuk menuntut ilmu. Karena itu, ayat ini mengajarkan kita agar memperhatikan mereka yang sibuk di jalan Allah ﷻ. Sering kali, para penuntut ilmu terlalu malu untuk meminta bantuan.
Pahala yang Terus Mengalir bagi Pemberi Beasiswa
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Dari Abu Mas’ud al-Anshari رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. (HR. Muslim)
Beliau ﷺ juga bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda: Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim)
Beasiswa santri menggabungkan sedekah dan ilmu sekaligus. Jadi, setiap ilmu yang diajarkan dan diamalkan oleh santri penerima beasiswa, insyaAllah menjadi aliran pahala bagi para donatur.
Cara Ikut Peduli pada Penuntut Ilmu
Setiap orang bisa mengambil bagian sesuai kemampuannya. Berikut beberapa langkah sederhana:
- Berdonasi untuk program beasiswa santri secara rutin, meski jumlahnya kecil.
- Menjadi orang tua asuh bagi satu atau lebih santri.
- Menyebarkan informasi program beasiswa kepada keluarga, teman, dan rekan kerja.
- Mendoakan para santri agar istiqamah dalam menuntut ilmu.
Penutup
Peduli pada penuntut ilmu berarti peduli pada masa depan agama dan umat. Sebab itu, mari kita ambil peran melalui beasiswa untuk para santri. Semoga Allah ﷻ menerima amal kita dan menjadikannya pahala yang terus mengalir.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

