Keutamaan Shalat Tahajud bagi Pemuda
Malam hari sering kali dihabiskan oleh sebagian besar anak muda untuk bersantai, bermain gawai, atau sekadar bergadang tanpa arah. Padahal, sepertiga malam terakhir menyimpan ketenangan luar biasa serta waktu ijabah doa yang sangat mustajab. Menghidupkan malam melalui shalat tahajud akan memancarkan cahaya keimanan yang menenangkan jiwa seorang pemuda muslim.
Kemuliaan Orang yang Bangun Malam di Sisi Allah ﷻ
Allah ﷻ memuji hamba-hamba pilihan yang merelakan kehangatan tempat tidurnya demi bersujud di kegelapan malam. Mereka menghabiskan waktu malam dalam keadaan tunduk memohon ampunan serta mengharapkan rahmat Rabb semesta alam. Oleh karena itu, kebiasaan mulia ini menjadi ciri khas hamba-hamba saleh yang mendambakan surga.
Allah ﷻ berfirman mengenai sifat hamba yang bertakwa di dalam Al-Qur’an:
كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْاسْتِغْفَارِ هُمْ يُسْحَرُونَ
Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)
Melalui ayat tersebut, kita memahami bahwa shalat malam mencerminkan ketulusan cinta seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ketika manusia lain terlelap dalam tidur nyenyak, seorang pemuda justru bangun merintih dan mengadu kepada Allah ﷻ. Kedekatan spesial ini melahirkan ketenangan batin yang tidak akan pernah ditemukan pada kenikmatan duniawi mana pun.
Keutamaan Shalat Malam sebagai Sebaik-Baik Shalat Sunnah
Rasulullah ﷺ senantiasa memotivasi para sahabat untuk tidak meninggalkan shalat malam karena keutamaannya yang sangat agung. Ibadah sunnah ini menduduki peringkat terbaik setelah shalat fardhu lima waktu dalam mendatangkan kedekatan kepada Allah ﷻ.
Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ mengenai keutamaan shalat malam:
أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (HR. Muslim)
Berdasarkan hadits di atas, pemuda dakwah yang merutinkan tahajud akan merasakan peningkatan kualitas ruhiyah yang sangat signifikan. Allah ﷻ juga turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir untuk mengabulkan doa setiap hamba yang memohon. Oleh karena itu, momentum emas ini sangat disayangkan jika terlewatkan begitu saja oleh generasi muda.
Membiasakan Diri Bangun Malam Sejak Dini
Sementara itu, melatih diri bangun malam memang memerlukan tekad kuat serta pengurangan aktivitas begadang yang tidak bermanfaat. Kita bisa memulainya dengan tidur lebih awal dan berniat tulus ikhlas karena Allah ﷻ sebelum memejamkan mata.
Kesimpulannya, marilah kita hiasi malam-malam sunyi kita dengan sujud panjang dan linangan air mata penyesalan. Langkah nyata ini akan mengubah arah hidup kita menjadi lebih berkah, produktif, dan diridhai oleh Allah ﷻ. Semoga Allah ﷻ memudahkan kita untuk istiqomah mendirikan shalat tahajud setiap malam.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


