Kunci Ketenangan Hati Pemuda
Kemudahan akses internet masa kini membawa tantangan besar bagi kesehatan mental dan spiritual generasi muda. Oleh karena itu, paparan konten visual yang melanggar syariat sangat mudah ditemui di layar ponsel. Akibatnya, banyak pemuda merasa gelisah dan kehilangan kekhusyukan dalam beribadah. Oleh sebab itu, menjaga pandangan di era digital menjadi kebutuhan mendasar demi merawat ketenangan jiwa.
Perintah Allah untuk Menundukkan Pandangan
Banyak orang mengira bahwa menjaga pandangan hanya berlaku saat berada di ruang publik atau dunia nyata saja. Padahal, pandangan mata terhadap layar ponsel juga berada di bawah pengawasan penuh Sang Pencipta. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan petunjuk yang sangat tegas mengenai pentingnya menundukkan pandangan bagi setiap muslim.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكِ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nur: 30)
Dengan demikian, menundukkan pandangan merupakan sarana paling efektif untuk menyucikan jiwa dari pikiran kotor. Selanjutnya, ketika seorang pemuda mampu mengendalikan matanya dari maksiat digital, maka kemurnian hatinya akan tetap terjaga. Akhirnya, kedamaian batin yang hakiki dapat dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pandangan yang Tak Sengaja dan Bahaya Pandangan Susulan
Di sisi lain, lalu lalang gambar atau video tidak senonoh di media sosial sering kali muncul tanpa sengaja. Oleh sebab itu, Islam memberikan batasan yang sangat jelas antara pandangan pertama yang tidak disengaja dengan pandangan susulan yang disengaja. Tentu saja, memalingkan pandangan seketika adalah bentuk kejujuran iman seorang hamba.
Jarir bin Abdullah رضي الله عنه meriwayatkan arahan dari Rasulullah ﷺ melalui bersabda:
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي
Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang pandangan yang tidak sengaja, maka beliau memerintahkanku agar aku memalingkan pandanganku. (HR. Muslim no. 2159)
Oleh karena itu, segera memalingkan mata atau mengusap layar ponsel saat melihat maksiat merupakan langkah yang sangat mulia. Kemudian, sikap sigap ini akan membentengi pikiran dari bayangan negatif yang dapat mengikis keimanan. Akibatnya, kita terhindar dari jeratan kecanduan konten haram yang merusak fokus masa depan.
Langkah Praktis Membentengi Diri di Dunia Maya
Oleh sebab itu, kita perlu mengambil tindakan bijak dalam mengelola penggunaan gawai harian kita. Pertama, aturlah algoritma media sosial dengan segera mengklik tombol tidak tertarik pada konten yang tidak mendidik. Selanjutnya, hilangkan notifikasi akun-akun yang sering menampilkan aurat atau memicu syahwat.
Oleh karena itu, gunakanlah gawai untuk mengakses konten-konten dakwah serta penambah wawasan keislaman. Akhirnya, jemari dan mata kita akan tersibukkan oleh hal-hal yang mendatangkan rida Allah ﷻ semata. Semoga Allah ﷻ senantiasa menjaga pandangan kita dari segala fitnah digital dan mengaruniakan kebenaran dalam hati.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


