Dampak Buruk Hasad, Ujub, dan Takabur
Kehidupan modern dengan segala kemudahan teknologi sering kali memicu tekanan psikologis bagi generasi muda. Oleh karena itu, banyak pemuda masa kini mengalami kecemasan akut akibat terlalu sering membandingkan pencapaian hidup. Fenomena ini terjadi akibat adanya gangguan internal yang merusak kebahagiaan sejati dari dalam diri sendiri. Oleh sebab itu, kita perlu mengenal penyakit hati seperti hasad, ujub, dan takabur sebagai perusak ketenangan jiwa.
Hasad: Racun yang Menggerogoti Kebaikan
Banyak pemuda merasa tidak tenang saat melihat orang lain meraih kesuksesan di media sosial. Sifat tidak senang terhadap nikmat orang lain dan keinginan agar nikmat tersebut hilang disebut dengan hasad. Oleh karena itu, penyakit ini sangat berbahaya karena ia mampu menghanguskan pahala amal shalih dengan sangat cepat.
Anas bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melarang perilaku buruk ini melalui sabdanya:
لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membelakangi, tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR. Bukhari no. 6065 dan Muslim no. 2559).
Oleh sebab itu, menumbuhkan rasa syukur menjadi obat utama untuk menangkal racun kedengkian ini. Selanjutnya, ketika hati bersih dari hasad, kita akan ikut bahagia atas keberhasilan sesama muslim. Akhirnya, ketenteraman batin yang hakiki akan kembali merengkuh jiwa kita yang sempat galau.
Ujub dan Takabur: Perusak Keikhlasan dan Kesantunan
Di sisi lain, terdapat penyakit batin yang sering muncul saat seorang pemuda meraih sebuah prestasi gemilang. Sifat kagum terhadap diri sendiri secara berlebihan tanpa menyadari bahwa itu adalah titipan dari Allah ﷻ dinamakan ujub. Kemudian, perasaan tersebut biasanya akan berkembang menjadi takabur atau kesombongan yang menolak kebenaran.
Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه meriwayatkan dari Nabi ﷺ tentang hakikat dari sifat sombong ini:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat zarah dari kesombongan. Seorang laki-laki bertanya: Sesungguhnya ada orang yang menyukai baju dan sandalnya bagus. Beliau bersabda: Sesungguhnya Allah itu maha indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. (HR. Muslim no. 91).
Oleh karena itu, bahaya takabur sangat nyata karena ia dapat menutup pintu hidayah bagi pelakunya. Tentu saja, pemuda yang memelihara sifat ini akan selalu merasa gelisah karena selalu ingin terlihat superior.
Ancaman Allah Terhadap Pelaku Kesombongan
Allah ﷻ sangat membenci hamba-Nya yang berjalan di muka bumi dengan keangkuhan dan rasa bangga diri. Oleh sebab itu, Al-Qur’an memberikan tuntunan agar kita senantiasa menjaga kerendahan hati dalam pergaulan sehari-hari.
Allah ﷻ menegaskan larangan berperilaku sombong melalui firman-Nya:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman: 18).
Dengan demikian, kerendahan hati atau tawadhu merupakan tameng terbaik untuk merawat kesehatan mental kita. Selanjutnya, kesadaran akan kelemahan diri akan mengikis sifat ujub secara perlahan dari dalam dada. Akhirnya, manajemen qalbu yang baik akan melahirkan pribadi pemuda yang tangguh sekaligus dicintai oleh sesama.
Oleh karena itu, mari kita rutin mengevaluasi kondisi hati agar terhindar dari tiga penyakit merusak ini. Semoga Allah ﷻ senantiasa membersihkan jiwa kita dan memberikan kedamaian batin yang kokoh.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

