Duta Islam Pertama yang Meninggalkan Kemewahan
Kehidupan pemuda di kota Mekkah sebelum Islam datang menawarkan sejuta kesenangan duniawi. Salah satu pemuda yang paling bergelimang harta dan kemewahan pada saat itu adalah Mush’ab bin Umair رضي الله عنه. Beliau terkenal sebagai pemuda tertampan, paling wangi, dan mengenakan pakaian termahal di masanya. Namun, hidayah Islam mengubah total prioritas hidupnya, dari pemburu kesenangan menjadi pejuang dakwah yang luar biasa.
Mengorbankan Kekayaan Demi Keindahan Iman
Mush’ab bin Umair رضي الله عنه memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi di rumah Arqam untuk menghindari kemarahan keluarganya. Ketika ibunya mengetahui keputusan tersebut, sang ibu langsung menghentikan seluruh fasilitas mewah dan mengurungnya. Meskipun harus kehilangan harta melimpah dan mengalami penderitaan fisik, beliau tetap memilih untuk mempertahankan keimanannya.
Selanjutnya, pilihan hidup pemuda ini menjadi bukti nyata atas kebenaran firman Allah ﷻ mengenai perdagangan akhirat:
انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun merasaberat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (At-Taubah: 41).
Oleh karena ketulusan hatinya yang begitu mendalam, Mush’ab bin Umair رضي الله عنه rela mengenakan pakaian yang penuh tambalan demi mengikuti Rasulullah ﷺ.
Keberhasilan Gemilang Sang Duta Islam Pertama
Melihat potensi kecerdasan dan akhlaknya yang menawan, Rasulullah ﷺ kemudian mengutusnya ke kota Yatsrib atau Madinah setelah Bai’at Aqabah pertama. Tugas mulia ini menjadikannya sebagai Duta Islam pertama dalam sejarah untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada penduduk setempat. Melalui pendekatan dakwahnya yang lembut penuh hikmah, Islam menyebar dengan sangat cepat di kota Madinah.
Mengenai kondisi Mush’ab bin Umair رضي الله عنه yang penuh dengan kesederhanaan di akhir hayatnya, Khabbab bin Al-Arat رضي الله عنه meriwayatkan dalam sebuah hadits shahih:
هَاجَرْنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ نَبْتَغِي وَجْهَ اللَّهِ، وَقَعَ أَجْرُنَا عَلَى اللَّهِ، فَمِنَّا مَنْ مَاتَ لَمْ يَأْكُلْ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئًا، مِنْهُمْ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ، قُتِلَ يَوْمَ أُحُدٍ، فَلَمْ نَجِدْ مَا نُكَفِّنُهُ إِلاَّ بُرْدَةً إِذَا غَطَّيْنَا رَأْسَهُ خَرَجَتْ رِجْلاَهُ، وَإِذَا غَطَّيْنَا رِجْلَيْهِ خَرَجَ رَأْسُهُ، فَأَمَرَنَا النَّبِيُّ ﷺ أَنْ نُغَطِّيَ رَأْسَهُ، وَأَنْ نَجْعَلَ عَلَى رِجْلَيْهِ مِنَ الإِذْخِرِ
Kami berhijrah bersama Nabi ﷺ karena mengharap wajah Allah, maka pahala kami berada di sisi Allah. Di antara kami ada yang meninggal sebelum menikmati pahalanya sedikit pun di dunia, di antaranya adalah Mush’ab bin Umair. Ia gugur pada Perang Uhud dan kami tidak menemukan sehelai kain pun untuk mengkafaninya kecuali sebuah kain burdah. Jika kami menutup kepalanya maka kakinya terlihat, dan jika kami menutup kakinya maka kepalanya terlihat. Maka Nabi ﷺ memerintahkan kami untuk menutup kepalanya dan meletakkan rumput idzkhir di atas kakinya (HR. Bukhari dan Muslim).
Kisah syahidnya pemuda mulia ini membuktikan totalitas pengorbanan yang tak ternilai di mata Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ. Dengan demikian, beliau menukar kemewahan dunia yang fana dengan kemuliaan abadi di sisi-Nya.
Inspirasi Prioritas Hidup Bagi Generasi Muda
Pada akhirnya, perjalanan hidup Mush’ab bin Umair mini memberikan tamparan keras bagi gaya hidup hedonisme pemuda modern. Beliau menunjukkan bahwa nilai seorang pemuda tidak terletak pada merek pakaian atau parfum mahal yang ia kenakan. Sebaliknya, kemuliaan sejati seorang pemuda muslim terpancar dari sejauh mana kegigihannya dalam mengemban amanah dakwah.
Kemudian, sosok beliau mengajarkan kepada kita untuk selalu menempatkan urusan agama di atas kepentingan duniawi. Pemuda saat ini dapat meniru semangat beliau dengan aktif menjadi penggerak kebaikan di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat. Semoga para pemuda mampu meneladani keikhlasan dan semangat juang yang ada pada diri beliau.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


