Ibadah qurban merupakan salah satu momentum besar umat Islam yang hadir setiap bulan Dzulhijjah. Perayaan ini bukan sekadar rutinitas menyembelih hewan ternak dan membagikan daging kepada masyarakat. Namun, momen tahunan ini membutuhkan energi besar, ketangkasan, serta kepedulian sosial yang biasanya melekat kuat pada diri pemuda. Oleh karena itu, peranan pemuda dalam ibadah qurban menjadi sangat vital demi kelancaran syiar Islam yang mulia ini.
Meneladani Spirit Pengorbanan Nabi Ismail
Sejarah ibadah qurban tidak dapat kita pisahkan dari sosok pemuda teladan sepanjang masa, yaitu Nabi Ismail. Beliau memberikan contoh nyata tentang bagaimana seorang anak muda menunjukkan kepatuhan mutlak kepada perintah Allah ﷻ. Ketika sang ayah menyampaikan wahyu untuk menyembelihnya, beliau menerima keputusan tersebut dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Kisah dialog penuh iman ini diabadikan secara indah di dalam Al-Qur’an:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرَ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata: Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu! Dia (Ismail) menjawab: Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. (QS. Ash-Saffat: 102)
Melalui ayat ini, generasi muda muslim seharusnya bercermin untuk memiliki ketaatan yang serupa dalam beragama. Pemuda saat ini memang tidak menghadapi perintah mengorbankan nyawa seperti kisah Nabi Ismail. Kendati demikian, mereka tetap harus mengorbankan waktu, tenaga, dan harta demi tegaknya syariat Allah ﷻ.
Menjadi Penggerak Teknis di Lapangan
Selanjutnya, pelaksanaan qurban di masjid maupun lembaga sosial memerlukan kepanitiaan yang cekatan dan terorganisasi dengan baik. Karakter fisik pemuda yang kuat sangat membantu dalam menjinakkan, merobohkan, hingga menyembelih hewan qurban secara ihsan. Selain itu, mereka juga dapat mengambil peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat penyembelihan.
Rasulullah ﷺ senantiasa memerintahkan umatnya untuk berbuat baik dan profesional dalam segala urusan, termasuk saat menyembelih.
Syaddad bin Aus رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan (baik) over segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, keterlibatan aktif para pemuda muslim sebagai panitia tentu akan memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai sunnah. Di samping itu, mereka bisa mengelola sistem distribusi daging secara adil dan tepat sasaran dengan memanfaatkan manajemen modern. Kehadiran generasi muda yang terampil ini membuat syiar ibadah terasa lebih hidup dan profesional di mata masyarakat.
Pelopor Gerakan Qurban Pemuda
Sementara itu, banyak pemuda mengira bahwa ibadah qurban hanya menjadi kewajiban bagi orang-orang yang sudah tua atau berkeluarga. Pemikiran keliru seperti ini harus segera kita ubah dengan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya berqurban sejak usia muda. Maka dari itu, pemuda yang mandiri secara finansial sebaiknya mulai menyisihkan sebagian penghasilannya guna membeli hewan qurban sendiri.
Aisyah رضي الله عنها menyampaikan sebuah hadits mengenai amalan yang paling dicintai pada hari raya Idul Adha:
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ
Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan oleh manusia pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah daripada menyembelih hewan qurban. (HR. Tirmidzi, ia berkata: Hadits ini gharib; Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
Kesimpulannya, mari kita jadikan momentum Idul Adha tahun ini sebagai ajang pembuktian kontribusi nyata bagi agama dan sesama. Langkah kecil dari pemuda hari ini akan menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan dakwah Islam di masa depan. Semoga Allah ﷻ senantiasa menerima setiap tetesan darah qurban dan menguatkan keikhlasan di dalam hati kita sekalian.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


