Istiqomah di Jalan Dakwah

Menjaga Keteguhan Pemuda Qur’ani

Meniti jalan dakwah merupakan sebuah kemuliaan sekaligus tantangan besar bagi setiap pemuda muslim. Namun, mempertahankan semangat agar tetap konsisten atau istiqomah di jalan ini jauh lebih sulit daripada memulainya. Oleh karena itu, seorang pemuda harus membekali diri dengan kesabaran ekstra agar cahaya hidayah tetap menyala di tengah gempuran fitnah zaman.

Perintah Allah ﷻ untuk Tetap Konsisten

Istiqomah merupakan kunci utama bagi siapa saja yang ingin meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Allah ﷻ secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk tetap teguh pada pendirian dalam menjalankan syariat. Allah ﷻ berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taat bersamamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (QS. Hud: 112).

Jadi, ayat ini mengingatkan kita bahwa istiqomah harus sesuai dengan tuntunan wahyu, bukan sekadar mengikuti perasaan pribadi. Maka dari itu, pemuda yang istiqomah akan selalu berusaha menyesuaikan dakwahnya dengan manhaj Salafus Sholeh. Tentunya, ketaatan yang berkesinambungan ini akan mendatangkan ketenangan hati yang luar biasa.

Kabar Gembira bagi Orang yang Istiqomah

Selanjutnya, Rasulullah ﷺ memberikan wasiat singkat namun sangat padat bagi mereka yang mendambakan keselamatan dalam beragama. Wasiat tersebut menekankan pentingnya lisan dan hati yang teguh dalam memegang aqidah Islam. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits dari sahabat Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi رضي الله عنه:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ

Aku berkata: “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam suatu perkataan yang aku tidak perlu lagi bertanya kepada selain engkau.” Beliau menjawab: “Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqomahlah” (HR. Muslim).

Oleh sebab itu, konsistensi dalam berdakwah tidak boleh goyah hanya karena minimnya apresiasi dari sesama manusia. Sebab, tujuan utama kita adalah meraih ridha Allah ﷻ, bukan sekadar mencari popularitas sesaat di dunia maya. Maka, setiap rintangan yang hadir seharusnya justru membuat azam kita semakin kuat untuk terus menyebarkan kebaikan.

Kiat Merawat Semangat Dakwah di Masa Muda

Terakhir, kita perlu lingkungan yang mendukung agar api semangat dakwah tidak mudah padam di tengah jalan. Bergabung dengan komunitas di Pesantren MAQI bisa menjadi sarana untuk saling menguatkan antar sesama penuntut ilmu. Selain itu, terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan melalui MAQI Peduli akan melatih sensitivitas sosial kita sebagai dai muda.

Sebab, keberkahan ilmu terletak pada sejauh mana kita mampu mengamalkannya dan menyebarkannya secara terus-menerus. Mari kita manfaatkan waktu muda ini dengan memperbanyak ketaatan serta menjauhi segala bentuk penyimpangan. Semoga Allah ﷻ senantiasa mengaruniakan kita keteguhan hati untuk tetap istiqomah di jalan dakwah sampai ajal menjemput.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Tinggalkan Balasan