Lingkungan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan karakter dan aqidah seorang pemuda. Bahkan, kualitas iman seseorang seringkali mencerminkan siapa saja orang-orang yang berada di lingkaran terdekatnya. Oleh karena itu, mencari dan menjaga hubungan dengan sahabat yang sholeh merupakan kebutuhan pokok bagi setiap pemuda yang ingin tetap istiqomah di jalan Allah ﷻ.
Pengaruh Teman Terhadap Agama Seseorang
Seorang pemuda mungkin memiliki niat yang baik untuk beribadah, namun niat tersebut bisa goyah jika ia salah dalam memilih teman. Sebaliknya, sahabat yang baik akan selalu menarik kita menuju ketaatan dan menjauhkan kita dari kemaksiatan. Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan yang sangat jelas mengenai hal ini melalui hadits dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari رضي الله عنه:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيْرِ الْحَدَّادِ
Perumpamaan teman yang sholeh dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, berteman dengan orang sholeh akan memberikan dampak positif meskipun kita tidak sedang melakukan ibadah bersama. Maka dari itu, aura kebaikan mereka akan menular dan memotivasi kita untuk terus memperbaiki diri. Tentunya, persahabatan yang berlandaskan iman ini tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga akan berlanjut hingga ke surga kelak.
Perintah Allah ﷻ untuk Bersabar Bersama Orang Sholeh
Allah ﷻ secara khusus memerintahkan hamba-Nya agar selalu bersama dengan orang-orang yang senantiasa berdzikir dan beribadah kepada-Nya. Kita tidak boleh memalingkan pandangan dari mereka hanya karena silau dengan kemewahan dunia yang ditawarkan oleh orang-orang lalai. Allah ﷻ berfirman:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya (QS. Al-Kahfi: 28).
Oleh sebab itu, pemuda Qur’ani harus aktif mencari komunitas yang mendukung pertumbuhan ruhaninya, seperti di Pesantren MAQI. Di sana, kita akan menemukan saudara-saudara seiman yang memiliki visi akhirat yang sama. Dengan demikian, proses belajar dan menghafal Al-Qur’an akan terasa lebih ringan karena adanya dukungan dari lingkungan yang positif.
Menjadi Sahabat yang Membawa ke Surga
Selain mencari teman yang baik, kita juga harus berusaha menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi sahabat kita yang lain. Maka, jadilah pengingat yang lembut saat teman kita sedang khilaf dan jadilah pendukung utama saat mereka melakukan amal shaleh. Selain itu, terlibat dalam kegiatan sosial bersama melalui MAQI Peduli bisa menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah.
Sebab, persahabatan yang sejati adalah persahabatan yang saling menyelamatkan dari siksa api neraka. Mari kita evaluasi kembali pergaulan kita hari ini dan pastikan orang-orang di sekitar kita adalah mereka yang mencintai Allah ﷻ. Semoga Allah ﷻ senantiasa mengaruniakan kita sahabat-sahabat sholeh yang membimbing kita di atas manhaj Salafus Sholeh sampai akhir hayat.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


