Bulan Ramadhan bukan hanya menjadi ajang untuk meningkatkan ibadah ritual, melainkan juga kesempatan untuk memperhalus kepekaan sosial. Rasulullah ﷺ memberikan contoh yang sangat luar biasa mengenai bagaimana seharusnya seorang mukmin berinteraksi dengan hartanya. Beliau ﷺ tidak pernah membiarkan tangannya tertutup saat melihat orang lain membutuhkan pertolongan, terutama di bulan yang suci ini.
Puncak Dermawan di Bulan Ramadhan
Rasulullah ﷺ secara alami adalah manusia yang paling murah hati dan selalu mengutamakan kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri. Namun, kedermawanan beliau ﷺ akan semakin meningkat berlipat ganda saat memasuki bulan Ramadhan. Sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنهما memberikan kesaksian tentang kemuliaan akhlak Nabi ﷺ tersebut:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ
Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan saat Jibril menemui beliau (Hadits Riwayat Bukhari nomor 6 dan Muslim nomor 2308).
Selanjutnya, kedermawanan beliau ﷺ dalam hadits tersebut mendapatkan perumpamaan seperti angin yang berhembus kencang karena kecepatannya dalam memberi. Hal ini menunjukkan bahwa beliau ﷺ tidak pernah menunda-nunda dalam berbuat baik kepada siapa pun. Oleh karena itu, kita harus meniru kecepatan beliau ﷺ dalam merespons kebutuhan sesama di sekitar kita.
Rahasia Keberkahan dalam Berbagi
Banyak orang merasa khawatir harta mereka akan habis jika terlalu sering memberikan sedekah kepada orang miskin. Padahal, Allah ﷻ telah menjamin bahwa setiap harta yang keluar di jalan-Nya justru akan mendatangkan keberkahan yang berlimpah. Allah ﷻ memberikan motivasi kepada hamba-Nya melalui firman-Nya di dalam Al-Qur’an:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya (Saba’: 39).
Melalui ayat ini, kita mendapatkan kepastian bahwa Allah ﷻ akan mengganti setiap kebaikan kita dengan cara yang terbaik. Kemudian, Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa sedekah tidak akan pernah mengurangi jumlah harta yang tersisa di tangan kita. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Sedekah itu tidak akan mengurangi harta (Hadits Riwayat Muslim nomor 2588).
Pernyataan ini merupakan janji keimanan yang harus kita yakini sepenuhnya agar hati merasa tenang saat berbagi. Maka dari itu, memberikan bantuan kepada kaum dhuafa adalah cara terbaik untuk meluaskan pintu rezeki kita sendiri.
Mewujudkan Keshalihan Sosial
Kedermawanan Nabi ﷺ tidak hanya terbatas pada pemberian harta benda, tetapi juga mencakup tenaga, pikiran, dan keramahan. Beliau ﷺ selalu menyambut setiap orang dengan wajah yang berseri-seri dan tidak pernah mengecewakan hamba Allah ﷻ yang meminta. Akhirnya, keshalihan seorang Muslim akan terasa sempurna apabila ia mampu memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sosialnya.
Oleh karena itu, mari kita manfaatkan sisa waktu di bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak amal jariyah. Kita bisa memulai dengan hal-hal kecil seperti berbagi menu berbuka atau menyisihkan sebagian gaji untuk zakat dan infak. Semoga Allah ﷻ memudahkan kita untuk mengikuti jejak kedermawanan Rasulullah ﷺ yang sangat mulia ini.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


