Ramadhan bukan hanya momentum untuk menahan diri dari kebutuhan jasmani, tetapi juga saat terbaik untuk membuka pintu keberkahan harta. Banyak orang merasa khawatir hartanya akan berkurang karena banyak memberi di bulan ini. Padahal, Allah ﷻ telah menjanjikan pelipatgandaan rezeki bagi hamba-Nya yang dermawan dan tulus berbagi kepada sesama.
Keajaiban Sedekah yang Tidak Mengurangi Harta
Keyakinan utama seorang mukmin adalah percaya bahwa memberi tidak akan pernah membuat seseorang menjadi miskin. Sebaliknya, sedekah merupakan investasi terbaik yang langsung Allah ﷻ jamin keamanannya. Rasulullah ﷺ memberikan penegasan yang sangat kuat mengenai hakikat ini agar umatnya tidak ragu dalam berbagi. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Sedekah itu tidak akan mengurangi harta (Hadits Riwayat Muslim nomor 2588).
Melalui hadits tersebut, kita belajar bahwa meski secara angka harta terlihat berkurang, namun Allah ﷻ memberikan keberkahan pada sisanya. Allah ﷻ juga bisa menggantinya dengan pintu rezeki lain yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Selanjutnya, harta yang berkah akan memberikan ketenangan jiwa dan perlindungan dari berbagai mara bahaya.
Meneladani Kedermawanan Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam hal kemurahan hati, terutama saat memasuki bulan suci Ramadhan. Beliau ﷺ tidak pernah menolak permintaan orang lain dan selalu mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi. Sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنهما menceritakan bagaimana luar biasanya kedermawanan Nabi ﷺ:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ
Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi saat bulan Ramadhan ketika Jibril menemui beliau (Hadits Riwayat Bukhari nomor 6 dan Muslim nomor 2308).
Kedermawanan beliau ﷺ dalam hadits tersebut bahkan diibaratkan seperti angin yang berhembus kencang karena kecepatannya dalam memberi. Maka, kita sebagai pengikutnya harus berusaha menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu mereka yang membutuhkan. Selain itu, memberi makan orang yang berbuka puasa memiliki keutamaan pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut.
Janji Allah bagi Orang yang Berinfak
Allah ﷻ secara langsung menjanjikan ganti yang lebih baik bagi setiap rupiah yang kita keluarkan di jalan-Nya. Syariat Islam mengajarkan bahwa tangan di atas jauh lebih mulia daripada tangan di bawah. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya (Saba’: 39).
Ayat ini harus menjadi dasar keyakinan kita saat hendak mengeluarkan sedekah atau zakat. Jika kita membantu urusan hamba Allah ﷻ, maka Allah ﷻ pun akan memudahkan segala urusan dunia dan akhirat kita. Akhirnya, sedekah yang kita lakukan dengan penuh keikhlasan akan menjadi naungan yang teduh di hari kiamat kelak.
Cara Menggapai Keberkahan Rezeki
Agar rezeki kita semakin luas dan berkah di bulan mulia ini, silakan terapkan beberapa langkah praktis berikut:
-
Prioritaskan Zakat: Pastikan semua kewajiban zakat harta sudah tertunaikan dengan benar sebelum memberi sedekah sunnah.
-
Berbagi Iftar: Berikan paket berbuka puasa kepada tetangga atau dhuafa meskipun hanya dengan sebutir kurma atau segelas air.
-
Sedekah Subuh: Gunakan waktu setelah shalat subuh untuk berinfak karena malaikat mendoakan orang yang memberi di waktu tersebut.
-
Bantu Keluarga: Utamakan membantu kerabat dekat yang sedang kesulitan ekonomi karena hal itu bernilai sedekah sekaligus silaturahmi.
Dengan memperbanyak berbagi, kita sedang mengundang pertolongan Allah ﷻ untuk datang ke dalam kehidupan kita. Semoga Allah ﷻ memberkahi setiap harta yang kita miliki dan menjadikannya sarana untuk meraih ridha-Nya.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

