Memilih Asuransi Syariah untuk Perlindungan Keluarga

Perencanaan keuangan yang matang harus mencakup mitigasi risiko terhadap berbagai musibah yang mungkin terjadi di masa depan. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri sebelum menghadapi kesulitan agar tidak membebani orang lain. Oleh karena itu, memilih asuransi syariah menjadi solusi cerdas bagi keluarga muslim untuk mendapatkan perlindungan yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Konsep Tolong-Menolong dalam Asuransi Syariah

Prinsip utama yang mendasari asuransi syariah adalah takaful atau saling menanggung beban di antara sesama peserta. Berbeda dengan asuransi konvensional yang bersifat jual beli risiko, asuransi syariah mengedepankan semangat kerja sama dan hibah. Allah ﷻ secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk saling membantu dalam urusan kebaikan melalui firman-Nya:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (QS. Al-Ma’idah: 2)

Berdasarkan ayat tersebut, para peserta asuransi syariah berniat memberikan bantuan kepada peserta lain yang sedang tertimpa musibah. Maka dari itu, dana yang Anda setorkan setiap bulan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung, melainkan juga bernilai sedekah. Selanjutnya, sistem ini menciptakan rasa persaudaraan yang kuat karena setiap orang saling menjaga satu sama lain secara finansial.

Pentingnya Mempersiapkan Masa Depan Keluarga

Selanjutnya, memiliki perlindungan finansial merupakan bentuk ikhtiar nyata agar ahli waris tidak jatuh ke dalam kefakiran setelah kepala keluarga wafat. Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan masa depan ekonomi keluarga para sahabatnya agar mereka tetap memiliki martabat yang baik. Sa’ad bin Abi Waqqas رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ memberikan nasihat yang sangat mendalam terkait hal ini:

إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya (cukup), itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain. (HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, menyisihkan sebagian rezeki untuk premi asuransi syariah adalah langkah yang sejalan dengan sunnah. Akhirnya, keluarga yang Anda tinggalkan akan memiliki bekal yang cukup untuk melanjutkan kehidupan dengan tenang tanpa harus berhutang. Di samping itu, perlindungan ini menjaga kehormatan keluarga agar tidak merendahkan diri di hadapan manusia lainnya.

Perbedaan Pokok dengan Asuransi Konvensional

Lalu, apa yang membuat asuransi syariah lebih aman dan menenangkan bagi hati seorang muslim? Asuransi syariah wajib bersih dari tiga unsur terlarang, yaitu gharar (ketidakjelasan), maysir (judi), dan riba. Selain itu, Dewan Pengawas Syariah memastikan bahwa setiap penempatan dana hanya masuk pada sektor-sektor usaha yang halal dan berkah.

Rasulullah ﷺ secara tegas melarang segala bentuk transaksi yang mengandung unsur ketidakjelasan yang merugikan salah satu pihak. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, beliau menyampaikan peringatan Nabi ﷺ:

نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ

Rasulullah ﷺ melarang jual beli gharar (yang mengandung ketidakjelasan). (HR. Muslim)

Dengan demikian, asuransi syariah memberikan transparansi yang lebih baik dalam pengelolaan dana umat. Maka dari itu, pengelola membagikan kembali keuntungan atau surplus underwriting kepada peserta secara adil sesuai kesepakatan awal. Akhirnya, setiap pihak merasa tenang karena akadnya berjalan sesuai dengan koridor hukum Islam yang suci.

Kesimpulan

Jadi, mulailah mempertimbangkan asuransi syariah sebagai bagian dari manajemen risiko keuangan keluarga Anda mulai hari ini. Pilihlah perusahaan yang memiliki kredibilitas tinggi dan mematuhi pengawasan ketat dari otoritas syariah agar akad Anda tetap sah. Mari kita lindungi masa depan orang-orang tercinta dengan cara yang Allah ﷻ ridhai demi menggapai keberkahan dunia dan akhirat.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Tinggalkan Balasan