Mewujudkan niat beribadah ke Tanah Suci atau melaksanakan qurban setiap tahun memerlukan perencanaan keuangan yang matang dan terukur. Banyak orang merasa kesulitan memenuhi keinginan tersebut karena mereka tidak menyisihkan dana secara khusus sejak awal. Padahal, Islam sangat menganjurkan setiap muslim untuk mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ﷻ.
Haji sebagai Puncak Rukun Islam
Melaksanakan ibadah haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang sudah memiliki kemampuan, baik secara fisik maupun finansial. Karena biaya perjalanan haji terus mengalami kenaikan, maka menabung sejak usia dini menjadi langkah yang sangat bijaksana. Allah ﷻ menegaskan syarat kemampuan tersebut dalam ayat-Nya yang mulia:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. (QS. Ali ‘Imran: 97)
Selanjutnya, kesanggupan ini mencakup ketersediaan bekal yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan selama masa perjalanan ibadah. Oleh sebab itu, membuat tabungan khusus haji akan membantu Anda memantau pencapaian target dana secara lebih fokus.
Keutamaan Berkurban Setiap Tahun
Selain ibadah haji, merencanakan dana untuk qurban juga memiliki kedudukan yang sangat penting dalam syariat Islam. Berkurban merupakan bentuk syukur atas nikmat rezeki serta bukti cinta seorang hamba kepada Sang Pencipta. Rasulullah ﷺ memberikan motivasi agar setiap muslim yang memiliki kelapangan rezeki tidak melewatkan kesempatan emas ini.
Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) namun ia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami. (HR. Ibnu Majah No. 3123, Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’ No. 6490)
Maka dari itu, agar beban pembelian hewan qurban tidak terasa berat saat Idul Adha tiba, Anda perlu mencicilnya setiap bulan. Akhirnya, kedisiplinan dalam menabung akan memastikan Anda selalu bisa menjalankan sunnah muakkadah ini secara rutin setiap tahunnya.
Strategi Mengatur Tabungan Ibadah
Lalu, bagaimana cara efektif mengelola pendapatan agar tabungan haji dan qurban tetap berjalan secara konsisten? Anda dapat membuka rekening bank syariah terpisah agar dana ibadah tidak tercampur dengan kebutuhan operasional rumah tangga harian. Sisihkanlah nominal kecil secara berkala, karena Allah ﷻ sangat mencintai setiap perbuatan baik yang dilakukan secara terus-menerus.
Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk mengenai keutamaan amal yang dilakukan secara rutin oleh seorang hamba. Dari Aisyah رضي الله عنها, beliau bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian, niat suci Anda untuk menyempurnakan rukun Islam dan menghidupkan sunnah qurban akan Allah ﷻ mudahkan jalannya. Keseriusan dalam menabung mencerminkan tingkat ketakwaan seseorang dalam menjemput keridaan Rabb semesta alam melalui harta yang halal.
Kesimpulan
Jadi, mulailah memprioritaskan anggaran haji dan qurban dalam daftar rencana keuangan keluarga Anda mulai bulan ini juga. Persiapan yang matang akan mendatangkan ketenangan batin saat waktu pelaksanaan ibadah tersebut akhirnya tiba bagi Anda. Mari kita kelola setiap rupiah dengan penuh tanggung jawab demi meraih kemuliaan di hadapan Allah ﷻ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


