Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan sejati akan datang saat semua keinginan materi sudah terpenuhi sepenuhnya. Padahal, sifat manusia cenderung tidak pernah merasa puas sehingga mereka terus mengejar dunia tanpa ada garis finis. Islam menawarkan sebuah konsep mulia bernama qana’ah, yaitu sikap merasa cukup dan rida terhadap segala pemberian Allah ﷻ.
Hakikat Qana’ah dalam Kehidupan
Secara sederhana, qana’ah bukan berarti kita malas bekerja atau berhenti mencari kemajuan dalam urusan ekonomi. Sikap ini justru menjadi benteng agar hati tetap tenang meskipun hasil yang kita peroleh belum sesuai dengan ekspektasi. Allah ﷻ menjanjikan kehidupan yang baik bagi hamba-Nya yang beramal saleh dengan landasan iman dan rasa cukup.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. (QS. An-Nahl: 97)
Selanjutnya, para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “kehidupan yang baik” dalam ayat tersebut salah satunya adalah rasa qana’ah. Dengan memiliki perasaan ini, seseorang tidak akan mudah merasa iri terhadap pencapaian materi orang lain di sekitarnya.
Rahasia Keberuntungan Seorang Muslim
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa kunci keberuntungan bukan terletak pada tumpukan harta, melainkan pada kesadaran hati akan kecukupan rezeki. Dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ
Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang telah Dia berikan kepadanya. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, kita harus mensyukuri berapapun nominal yang ada di tangan saat ini sebagai bentuk rezeki terbaik dari-Nya. Maka, rasa cukup ini akan membebaskan pikiran kita dari beban kecemasan finansial yang tidak perlu.
Tips Meraih Rasa Cukup dalam Hati
Lalu, bagaimana cara efektif agar kita bisa selalu bersyukur dan tidak terus membandingkan harta dengan orang lain? Salah satu metode paling ampuh adalah dengan menerapkan pesan Rasulullah ﷺ untuk melihat orang yang berada di bawah kita. Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ
Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan kepada kalian. (HR. Muslim)
Akhirnya, dengan mempraktikkan nasihat ini, kita akan menyadari bahwa masih banyak orang yang harus berjuang lebih keras demi sesuap nasi. Kesadaran tersebut tentu memicu lahirnya rasa syukur yang mendalam sehingga kebahagiaan akan menetap di dalam rumah tangga.
Kesimpulan
Jadi, mulailah melatih hati untuk menerima setiap pemberian Allah ﷻ dengan lapang dada mulai hari ini. Qana’ah akan membuat hidup Anda terasa jauh lebih ringan meskipun tantangan ekonomi terus datang silih berganti. Ingatlah selalu bahwa kekayaan yang paling sejati adalah perasaan cukup yang bersemayam di dalam jiwa.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


