Akhlak dalam Ukhuwah Islamiyah

Persaudaraan antar sesama Muslim memerlukan hiasan akhlak mulia agar tetap kokoh dan membawa keberkahan. Tanpa adanya adab yang baik, ikatan ukhuwah akan sangat mudah retak akibat kesalahpahaman atau penyakit hati. Oleh karena itu, setiap Muslim wajib memahami bagaimana cara bersikap terhadap saudaranya agar hubungan tersebut bernilai ibadah di hadapan Allah ﷻ.

Menjaga Kehormatan Sesama Muslim

Salah satu pilar akhlak dalam ukhuwah adalah menjaga lisan dari perbuatan yang merusak kehormatan orang lain. Islam melarang keras tindakan mencari-cari kesalahan, mencela, atau memanggil dengan sebutan yang buruk. Selain itu, menjaga privasi dan rahasia saudara sendiri merupakan bentuk amanah yang sangat besar dalam persaudaraan.

Allah ﷻ memberikan bimbingan mengenai hal ini dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka. (QS. Al-Hujurat: 11).

Oleh sebab itu, menghormati martabat sesama merupakan kewajiban yang tidak boleh kita abaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Saling Memaafkan dan Berprasangka Baik

Hubungan manusia tidak akan pernah luput dari kekhilafan, sehingga sifat pemaaf menjadi sangat penting. Selanjutnya, kita diperintahkan untuk selalu mengedepankan prasangka baik (husnudzon) agar hati tetap bersih dari kebencian. Rasulullah ﷺ memperingatkan umatnya agar tidak saling membelakangi atau memutus tali silaturahmi hanya karena ego pribadi.

Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Jauhilah oleh kalian prasangka, karena prasangka itu adalah sedusta-dusta perkataan. Janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian saling memata-matai, janganlah kalian saling menawar dengan tujuan menipu, janganlah kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR. Bukhari dan Muslim).

Memberikan Hak dan Pertolongan

Akhlak yang nyata dalam ukhuwah terlihat saat seorang Muslim membantu meringankan beban saudaranya tanpa diminta. Kemudian, memenuhi hak-hak sosial seperti menjawab salam, menjenguk yang sakit, dan mengantar jenazah juga termasuk bagian dari adab ini. Keikhlasan dalam memberi bantuan akan semakin mempererat rasa kasih sayang di antara kaum mukminin.

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: Apabila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, apabila ia mengundangmu maka penuhilah, apabila ia meminta nasihat maka berilah nasihat, apabila ia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah, apabila ia sakit maka jenguklah, dan apabila ia meninggal dunia maka antarkanlah. (HR. Muslim).

Sebagai kesimpulan, mari kita praktikkan akhlak mulia ini dalam setiap interaksi sosial kita. Dengan demikian, persaudaraan kita akan menjadi kuat dan mendatangkan rahmat dari Allah ﷻ. Akhirnya, ukhuwah yang berdasarkan akhlak akan membawa kedamaian abadi bagi seluruh umat manusia.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Tinggalkan Balasan