Akhlak terhadap Anak Yatim dan Dhuafa

Islam memberikan perhatian yang sangat istimewa terhadap kelompok masyarakat yang lemah, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa. Memuliakan mereka bukan hanya sekadar anjuran sosial, melainkan bentuk ibadah yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah ﷻ. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya menghiasi diri dengan adab yang lembut saat berinteraksi dengan mereka.

Kedudukan Mulia Penyantun Anak Yatim

Anak yatim adalah anak yang kehilangan perlindungan serta kasih sayang seorang ayah. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga perasaan dan harta mereka. Bahkan, Rasulullah ﷺ menjanjikan kedekatan yang luar biasa di surga kelak bagi siapa saja yang mau mengurus dan mengasihi anak-anak yatim dengan tulus.

Sahabat Sahl bin Sa’ad رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini. (HR. Bukhari). Beliau ﷺ memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya sedikit.

Larangan Berlaku Kasar terhadap Kaum Lemah

Seorang Muslim harus menjauhkan diri dari sikap sombong atau menghina orang-orang dhuafa. Walaupun secara finansial mereka terlihat berkekurangan, namun di sisi Allah ﷻ mereka memiliki kedudukan yang mulia. Menghardik orang miskin atau menelantarkan anak yatim merupakan ciri dari orang yang mendustakan agama.

Allah ﷻ memberikan peringatan tegas di dalam Al-Qur’an:

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya). (QS. Ad-Duha: 9-10).

Meraih Keberkahan Melalui Dhuafa

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa rizki dan pertolongan Allah ﷻ seringkali turun karena keberadaan kaum dhuafa di sekitar kita. Dengan membantu kebutuhan hidup mereka, kita sebenarnya sedang membuka pintu keberkahan untuk diri sendiri. Ketulusan doa dari mereka yang tertindas memiliki kekuatan yang besar di hadapan Sang Pencipta.

Sahabat Mush’ab bin Sa’ad رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ

Bukankah kalian ditolong dan diberi rezeki melainkan karena adanya orang-orang lemah di antara kalian? (HR. Bukhari).

Oleh sebab itu, mari kita jadikan akhlak mulia terhadap anak yatim dan dhuafa sebagai bagian dari gaya hidup. Selanjutnya, kasih sayang yang kita berikan akan menjadi tabungan amal yang sangat berharga di hari kiamat nanti.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Tinggalkan Balasan