Kepedulian terhadap Fakir dan Miskin

Membantu fakir dan miskin merupakan pilar penting dalam syariat Islam yang menunjukkan sisi kemanusiaan dan keadilan sosial. Islam tidak membiarkan kesenjangan ekonomi membuat kaum lemah menderita sendirian. Sebaliknya, Islam mewajibkan adanya bantuan harta dan dukungan moral sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah ﷻ.

Kewajiban Berbagi dalam Harta Kita

Dalam pandangan Islam, harta yang kita miliki bukanlah hak milik mutlak, melainkan titipan yang di dalamnya terdapat hak bagi orang lain yang membutuhkan. Kepedulian terhadap kaum fakir merupakan cara untuk menyucikan jiwa dan harta dari sifat kikir.

Allah ﷻ berfirman mengenai hak mereka dalam harta orang-orang yang mampu:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (QS. Adz-Dzariyat: 19).

Ancaman bagi Mereka yang Tidak Peduli

Mengabaikan penderitaan fakir miskin bukan hanya masalah sosial, tetapi juga merupakan peringatan keras dalam agama. Orang yang membiarkan saudaranya kelaparan padahal ia mampu membantu, dianggap telah melakukan kelalaian besar dalam iman.

Sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ

Bukanlah seorang mukmin, orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya. (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Keutamaan Menanggung Kebutuhan Orang Miskin

Menyisihkan sebagian rizki untuk fakir dan miskin tidak akan mengurangi harta, justru akan mendatangkan keberkahan dan perlindungan dari Allah ﷻ. Bahkan, Rasulullah ﷺ menjanjikan kedudukan yang sangat mulia bagi mereka yang peduli terhadap nasib orang-orang kecil.

Diriwayatkan dari sahabat Sahl bin Sa’ad رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (dan orang miskin) kedudukannya di surga seperti ini. (HR. Bukhari). Beliau ﷺ bersabda sambil mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya.

Dengan menumbuhkan kepedulian terhadap fakir dan miskin, kita tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga memperkuat fondasi persaudaraan Islam dan meraih kunci keberuntungan di akhirat kelak.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Tinggalkan Balasan