Pendahuluan
Pergantian tahun adalah momen muhasabah bagi setiap muslim. Bukan sekadar hitungan waktu, tetapi kesempatan menilai amal yang telah berlalu dan memperbaiki langkah ke depan. Islam mengajarkan agar seorang hamba menutup setiap fase hidupnya dengan kebaikan, karena penutup amal memiliki nilai yang besar di sisi Allah ﷻ.
Setiap Waktu Akan Dimintai Pertanggungjawaban
Allah ﷻ mengingatkan bahwa waktu adalah amanah dan setiap amal akan dihisab. Allah ﷻ berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (Az-Zalzalah: 7–8)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, bernilai dan tercatat di sisi Allah ﷻ.
Keutamaan Menutup Amal dengan Kebaikan
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa nilai amal sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia ditutup. Dari Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menjadi motivasi kuat untuk menutup tahun dengan amal-amal saleh, agar penutupnya menjadi kebaikan.
Menutup Tahun dengan Taubat
Taubat Membuka Lembaran Baru
Setiap manusia tidak lepas dari kesalahan. Menutup tahun dengan taubat adalah langkah terbaik. Allah ﷻ berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللّٰهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (An-Nur: 31)
Taubat yang tulus menghapus dosa dan membersihkan hati sebelum melangkah ke waktu yang baru.
Menutup Tahun dengan Sedekah dan Amal Sosial
Sedekah adalah amalan yang pahalanya terus mengalir dan menjadi penutup yang indah bagi perjalanan waktu. Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Menutup tahun dengan berbagi menunjukkan rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.
Menutup Tahun dengan Syukur
Syukur adalah kunci bertambahnya nikmat. Allah ﷻ berfirman:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian.” (Ibrahim: 7)
Mensyukuri nikmat di akhir tahun menguatkan hati dan membuka pintu kebaikan di masa mendatang.
Menutup Tahun dengan Niat Memperbaiki Diri
Islam mendorong umatnya untuk terus meningkatkan kualitas iman dan amal. Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Hurairah رضي الله عنه:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ
“Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung.” (Makna hadits shahih, diriwayatkan oleh Al-Hakim dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Menutup tahun dengan tekad memperbaiki diri adalah tanda kesungguhan dalam beriman.
Penutup
Menutup tahun dengan kebaikan adalah wujud kesadaran bahwa hidup adalah perjalanan menuju Allah ﷻ. Taubat, sedekah, syukur, dan niat memperbaiki diri adalah penutup yang indah bagi lembaran waktu yang telah berlalu. Semoga Allah ﷻ menerima amal-amal kita, mengampuni kekurangan kita, dan menjadikan tahun yang akan datang lebih baik dalam iman dan ketaatan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


