Pendahuluan
Sedekah tidak hanya bernilai ketika kita lapang, tetapi justru memiliki keutamaan besar saat kondisi sempit. Memberi di tengah keterbatasan adalah bukti keikhlasan, keimanan, dan keyakinan penuh kepada Allah ﷻ. Islam mengajarkan bahwa nilai sedekah tidak diukur dari besarnya nominal, melainkan dari ketulusan dan pengorbanan yang menyertainya.
Sedekah di Saat Sempit dalam Al-Qur’an
Allah ﷻ memuji orang-orang yang tetap berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Allah ﷻ berfirman:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“(Yaitu) orang-orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali Imran: 134)
Ayat ini menegaskan bahwa infak di masa sulit adalah ciri keimanan yang tinggi dan akhlak mulia.
Nilai Sedekah Diukur dari Pengorbanan
Sedekah terbaik bukan selalu yang paling besar, tetapi yang paling berat untuk dikeluarkan. Rasulullah ﷺ menjelaskan hal ini dalam hadits shahih. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, seseorang bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى
“Sedekah apakah yang paling utama?” Beliau menjawab: ‘Engkau bersedekah sementara engkau sehat dan kikir, engkau takut miskin dan berharap kaya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa sedekah di saat sempit memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah ﷻ.
Teladan Para Sahabat dalam Sedekah di Masa Sulit
Para sahabat Rasulullah ﷺ memberikan contoh nyata tentang sedekah di tengah keterbatasan. Allah ﷻ memuji mereka yang tetap mendahulukan orang lain meski dalam kesempitan. Allah ﷻ berfirman:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
“Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka dalam kesusahan.” (Al-Hasyr: 9)
Ayat ini menggambarkan betapa tinggi derajat orang yang bersedekah saat dirinya sendiri membutuhkan.
Sedekah Saat Sempit Menguatkan Tawakkal
Memberi ketika sempit melatih hati untuk bersandar sepenuhnya kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Saba’: 39)
Keyakinan terhadap janji Allah ﷻ inilah yang menguatkan seorang mukmin untuk tetap bersedekah meski dalam keterbatasan.
Sedekah Tidak Mengurangi Harta
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa sedekah tidak akan membawa kerugian. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjadi penenang bagi hati orang-orang yang bersedekah di saat sempit.
Bentuk Sedekah di Masa Sempit
1. Sedekah Harta Meski Sedikit
Nominal kecil yang diberikan dengan ikhlas tetap bernilai besar di sisi Allah ﷻ.
2. Sedekah Tenaga dan Bantuan
Membantu orang lain dengan tenaga, waktu, atau keahlian juga termasuk sedekah.
3. Sedekah Doa dan Kebaikan
Doa, senyuman, dan kata-kata yang menenangkan adalah bentuk sedekah yang mudah dilakukan siapa pun.
Rasulullah ﷺ bersabda dari Abu Dzar رضي الله عنه:
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi, dinyatakan hasan oleh Al-Albani)
Penutup
Sedekah terbaik saat sempit adalah bukti iman, keikhlasan, dan tawakkal yang sejati. Islam mengajarkan bahwa memberi di tengah keterbatasan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah ﷻ. Dengan keyakinan terhadap janji-Nya, sedekah di masa sulit justru menjadi sebab datangnya pertolongan, keberkahan, dan kelapangan hidup. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang ringan tangan dalam memberi, baik di saat lapang maupun sempit.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


